
Bandung
- Anda bingung mencari penginapan murah saat traveling di Bandung.
Sejumlah vila di kawasan Cipaku, Setiabudi, Bandung bisa menjadi
pilihan. Selain udaranya sejuk, lokasinya juga sangat strategis, dekat
dengan beberapa objek wisata di Lembang.
Objek wisata di kawasan Lembang itu diantaranya, Rumah Sosis, The
Ranch, Kampung Gajah, Floating Market, Bumi Perkemahan Cikole, Jayagiri,
wisata alam Tangkuban Parahu, hingga pemandian air panas Ciater,
Subang. Di Cipaku, Anda juga bisa menghemat waktu karena Anda tidak
harus berjibaku dengan kemacetan lalu lintas yang macet saat weekend di
kota Paris Van Java ini.
Vila Dispi, misalnya, vila berkonsep rumah galeri lukisan ini berada
di kawasan perumahan Cipaku 2, Setiabudi, Bandung. ini bisa menjadi
pilihan. Vila yang memiliki 8 kamar itu di setiap dindingnya dipajang
lukisan bergaya natural hingga abstrak.
Di ruang tengah misalnya dipajang lukisan bergaya naturalis, Wanita
Bali, di ruang makan ada bocah laki-laki kecil sedang berenang,
lukisan bunga, dan beberapa lukisan abstrak karya Tetet Cahyati,
pemilik vila tersebut.
»Sengaja lukisan ini pajang di sini karena vila ini berkonsep galeri,
sehingga orang tak sekadar menginap tapi juga bisa menikmati lukisan di
sini,” kata Tetet saat ditemui di vila Dispi, Jumat, 25 Oktober 2013.
Lukisan tersebut diakui Tetet bukan hanya karya dirinya, tapi ada juga
karya orang lain yang sengaja dititipkan di vilanya.
Vila dengan luas tanah 250 meter persegi dan luas bangunan 400m2 ini
menawarkan kamar dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 250 ribu hingga
400 ribu per malam, termasuk sarapan pagi. Kamar termurah, fasilitasnya
standar, tanpa AC dengan dua tempat tidur, televisi LCD dan kamar mandi.
Adapun kamar termahal fasilitasnya bed ukuran king dengan fasilita
kamar mandi bath tube juga televisi LCD.
Menurut Tetet, kamar di vila Dispi yang baru beroperasi 4 bulan lalu
selalu penuh saat weekend. Tamunya selain keluarga, juga wisatawan
rombongan yang terdiri kurang dari 10 orang. »Vila ini memang kecil,
tapi kami buat semua tamu yang datang ke sini berkesan, baik dengan
lukisannya maupun suasananya,” kata Tetet, putri pelukis Popo Iskandar
ini.
Pamudji, wisatawan asal Jakarta merasa nyaman tinggal semalam di vila
Dispi saat berlibur ke Bandung bersama teman-temannya. »Menginap di
vila ini seperti menginap di rumah sendiri. Vilanya kecil tapi homy ,”
ujarnya.
Atau jika Anda berombongan, semi resort The Cipaku, Bandung yang
berdiri sejak 1983 juga bisa menjadi alternatif. Menurut staf humas The
Cipaku, Nunik Widiastuti, jumlah pengunjung di reosrt itu saat weekend
hanya mencapai 47 hingga 56 persen dari 90 kamar yang tersedia.
"Kecuali kalau liburan panjang, okupansi kami bisa mencapai diatas 90
persen," kata dia.
Harga kamar di resort ini lebih tinggi daripada di vila Dispi,
berkisar dari Rp 595.000 sampai Rp 1.225.000 untuk executive room per
malam. Namun fasilitasnya, terdapat lima unit convention room, kolam
pancing, jogging track dan sarana olahraga, dan pemandangan alam
pegunungan yang hijau. »Resort ini lebih cocok untuk liburan keluarga,"
kata Nunik.
Dengan maraknya penginapan murah, kini wisatawan yang berkunjung ke
kota kembang tidak perlu lagi cemas dengan biaya hotel yang makin mahal.
Sebab, selain ada vila dengan harga terjangkau juga mulai bermunculan
rumah hotel. "Rumah hotel itu merupakan rumah-rumah penduduk kelas
menengah ke bawah yang dijadikan tempat menginap untuk wisatawan di
kota Bandung," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.
Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, rumah hotel itu tersebar di
beberapa kawasan seperti Dago Pojok, Sarijadi, dan Cipaku. Fasilitasnya
nyaris sama dengan kamar standar di sebuah hotel. Rumah hotel itu bisa
menjadi pilihan untuk wisatawan yang bosan dengan suasana hotel
berbintang. »Dengan menginap di rumah hotel, wisatawan dapat merasakan
menginap di rumah-rumah warga dengan suasana kampung yang masih
orisinil,” ujarnya.