Pages

JKT48: Jadikan Hater Motivasi Hidup

Memiliki fans yang banyak dan fanatik bukan berarti JKT48 bebas dari hater. Namun, member JKT48, Jessica Vania atau yang akrab disapa Jeje menganggap kehadiran hater sebagai motivasi.

"Hater itu kerjanya bikin down orang, sebenernya hater itu kurang kerjaan. Tapi dari hater itu kita coba bangkit, hater itu harus dijadiin motivasi hidup," kata Jeje di sela-sela acara amal di Teater JKT48, Jumat (19/7/2013) malam.

Jeje menjelaskan, jika ada orang yang tidak menyukainya maka itulah saat tepat untuk menunjukkan kemampuan diri yang sebenarnya. "Tunjukin kalau kita nggak kayak yang mereka bilang," ujar member tim J itu.

Member lainnya, Melody sependapat dengan Jeje. Menurutnya hater membuat ia belajar banyak.

"Kita harus bisa ngebuktiin, dan bisa bikin hater jadi lover," ungkapnya.

Arti Idol Dimata Member JKT48

JKT48

Member JKT48 memiliki definisi tersendiri mengenai apa itu idol. Mulai dari panutan hingga 'Kak Melody'.

"Idol itu panutan untuk orang disekitarnya," ujar member tim K, Hanna, di sela-sela acara amal di Teater JKT48, Kamis (18/7/2013) malam.

Member lainnya, Stella mengatakan, idol adalah orang yang tidak cepat puas dan mau terus belajar. Namun, idol itu tidak akan jatuh pada kesalahan yang sama.

"Idol itu mengerti kekurangan dia, menerima saran dari orang lain. Intinya gak ada yang sempurna," ujar member bernama lengkap Stella Cornelia itu.

Jawaban berbeda muncul dari member generasi dua, Delli, dengan singkat ia menjawab idol adalah Melody JKT48. "Idol itu.. Kak Melody," ungkapnya singkat. Jawaban Delli inipun membuat riuh fans yang hadir di acara amal tersebut.

Buka Puasa Bersama Member JKT48

Di bulan Ramadan ini, JKT48 kembali menggelar acara “Buka Puasa Bersama Member JKT48”. Kamu bisa bersilaturahmi dan mengenal lebih dekat dengan oshimenmu.

Tempat: Tertera di pass
Tanggal: Senin, 22 Juli 2013
Waktu: 17:30 – Selesai (Pintu dibuka dari pukul 17:00 WIB)

Agenda acara:
• Buka puasa bersama
• Games bersama JKT48
• Talk show
• Foto bersama JKT48

Member:
Ayana Shahab
Beby Chaesara Anadila
Devi Kinal Putri
Haruka Nakagawa
Jessica Veranda
Cindy Yuvia
Della Delila
Ratu Vienny Fitrilya
Shinta Naomi
Sinka Juliani

*Susunan member dapat berubah sewaktu-waktu

Harga tiket: Rp 150.000,- (termasuk ta’jil, makan malam dan dessert)

Waktu penjualan tiket:
• JKT48 Official Fan Club
Sabtu, 20 Juli 2013, pukul 13:00 WIB di JKT48 Theater
• Umum (Hanya akan dibuka bila tiket masih tersedia) 
Minggu, 21 Juli 2013, pukul 13:00 WIB di JKT48 Theater

Jumlah tiket terbatas dan diutamakan untuk anggota JKT48 Official Fan Club. Sampai bertemu di acara buka puasa bersama member JKT48!


JKT48 Operation Team
------

Break Fasting with JKT48 Member

In this Ramadan, JKT48 is going to held a “Break Fasting with JKT48 Member”. You can interact and get to know your oshimen closely.

Place: Written on the pass
Date: Monday, 22nd July 2013
Time: 17:30 – Finish (Gate open from 17:00 WIB)

Event:
• Break fasting with JKT48 member
• Games
• Talk show
• Photo session

Member:
Ayana Shahab
Beby Chaesara Anadila
Devi Kinal Putri
Haruka Nakagawa
Jessica Veranda
Cindy Yuvia
Della Delila
Ratu Vienny Fitrilya
Shinta Naomi
Sinka Juliani

* List of member can change without notice.

Ticket price: Rp 150.000,- (including ta’jil, dinner and dessert)

Ticket selling time:
• JKT48 Official Fan Club
Saturday, 20th July 2013, 13:00 WIB at JKT48 Theater
• General (Only open when the tickets are still available)
Sunday, 21st July 2013, 13:00 WIB at JKT48 Theater

Ticket availability are limited. JKT48 Official Fan Club member are given a priority for buying the ticket. See you at the event!


JKT48 Operation Team

Dilelang, Syal Milik Melody 'JKT 48' Laku Rp 4,8 Juta




Idol grup JKT48 menggelar charity event khusus Ramadan. Selain mengumpulkan sumbangan dari fans yang hadir, para member juga melelang barang kesayangan mereka.

Acara tahunan ini digelar di teater JKT48, Plaza FX, Jakarta, Kamis (19/7/2013) malam. Member yang hadir di antaranya Melody, Stella, Ghaida, Jeje, Ayen, Ikha, Hanna, Kariin, Delli dan Novinta.

Mekanisme pengumpulan dana yang kemudian akan disumbangkan ke panti asuhan ini ada dua cara. Pertama, member berkeliling ke kursi penonton dengan membawa kotak amal. Kedua, member melelang barang kesayangan mereka.

Syal milik melody menjadi barang lelang yang berhasil terjual dengan harga paling tinggi. Seorang fans rela merogoh kocek Rp 4,8 juta untuk bisa mendapatkan barang kesayangan member asal Bandung itu.

"Seneng ya, alhamdulillah. Kan kalo beramal di bulan puasa pahalanya bakal berlipat ganda," ujar Melody, Kamis (18/7) malam.

Total dana yang terkumpul di acara amal tersebut sekitar Rp 14 juta. Para member pun berharap event amal seperti ini dapat sering-sering diadakan.

"Ini tahun kedua di bulan Ramadan. Hasilnya lebih besar dari tahun lalu, karena jumlah fans juga yang alhamdulillah nambah terus," ungkap Melody.

Jadwal Imsakiyah 1434 Hijriah

DayImsakSubuhDhuhurAsharMaghribIsya'
104:3304:4312:0015:2217:5419:07
204:3304:4312:0015:2217:5419:08
304:3304:4312:0015:2217:5419:08
404:3404:4412:0015:2217:5419:08
504:3404:4412:0015:2217:5519:08
604:3404:4412:0015:2217:5519:08
704:3404:4412:0015:2217:5519:08
804:3404:4412:0015:2317:5519:08
904:3404:4412:0015:2317:5519:08
1004:3404:4412:0115:2317:5519:08
1104:3404:4412:0115:2317:5619:08
1204:3404:4412:0115:2317:5619:08
1304:3404:4412:0115:2317:5619:08
1404:3404:4412:0115:2317:5619:09
1504:3404:4412:0115:2317:5619:09
1604:3404:4412:0115:2317:5619:09
1704:3404:4412:0115:2317:5619:09
1804:3404:4412:0115:2317:5619:09
1904:3404:4412:0115:2317:5619:09
2004:3404:4412:0115:2317:5719:09
2104:3404:4412:0115:2317:5719:08
2204:3404:4412:0115:2317:5719:08
2304:3404:4412:0115:2317:5719:08
2404:3404:4412:0115:2317:5719:08
2504:3404:4412:0015:2317:5719:08
2604:3404:4412:0015:2217:5719:08
2704:3404:4412:0015:2217:5719:08
2804:3404:4412:0015:2217:5719:08
2904:3404:4412:0015:2217:5719:08

* Jadwal Imsakiyah berdasarkan kriteria Kementerian Agama RI.* Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1434 H menunggu pengumuman Pemerintah.

Muslim Harus Menahan Diri Tak Makan Berlebihan



Puasa adalah sarana pelatihan untuk bisa mengendalikan diri. Karena itu, pengendalian diri tidak hanya sebatas tak makan dan minum di siang hari. Melainkan juga ketika sahur dan berbuka. Menahan agar tidak tergoda menghambur-hamburkan uang untuk menuruti keinginan juga menjadi esensi puasa.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin mengingatkan, seringkali proses menahan diri yang dilakukan kaum Muslim tidak tuntas. Maksudnya, mereka sanggup berpuasa menahan lapar dan dahaga. Tapi, kebiasaan saat berbuka malah seperti orang kalap dengan makan sepuasnya. "Menahan diri yang utama juga ketika mampu tidak makan dan minum dalam hidangan yang disajikan secara berlebihan," katanya, Rabu (10/7).
Zaitun menilai, fenomena makan berlebihan pada Ramadhan jelas tidak baik untuk dilakukan. Karena itu, masalah lepas kontrolnya warga yang lupa diri ketika makan harus dicarikan solusi. Mereka harus disadarkan bahwa mengendalikan diri harus dilakukan sepanjang waktu.
Ia menyatakan, rutinitas puasa tanpa dibarengi dengan evaluasi membuat tidak sedikit orang terjerumus dengan ibadah ritual semata. Ramadhan yang penuh berkah ini malah dijadikan sebagian kelompok untuk bergaya hidup konsumtif. Bukannya amalan sedekah yang alokasinya ditambah, melainkan pengeluaran pribadi untuk memborong makanan dibesarkan.
Ia menilai, kurangnya pemahaman akan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa menjadikan akar persoalannya. Padahal, ritual puasa diperintahkan untuk dilaksanakan agar kaum Muslim bisa merasakan penderitaan saudaranya yang miskin sepanjang tahun. Melihat banyaknya kaum papa yang untuk sekadar makan pun susah, menunaikan puasa merupakan sarana untuk merasakan penderitaan mereka. 
Sayangnya, yang terjadi malah kebalikannya. Ramadhan malah mendorong umat Islam semakin konsumtif dan itu mengurangi semangat ibadah. "Sekelompok masyarakat menyajikan hidangan puasa secara berlebihan hanya terjadi di Ramadhan saja. Kebiasaan kaum Muslim ini harus diubah," seru Zaitun.
Ia meminta kebiasaan buruk itu dihentikan. Selain kurang bermanfaat, lebih baik anggaran yang diperuntukkan untuk membeli makanan beranekaragam itu dialokasikan untuk kelompok fakir miskin. Ingat, kata dia, cukup banyak umat Islam yang hidupnya serba kekurangan sepanjang tahun.
Karena itu, sangat tepat pada Ramadhan ini dijadikan momen untuk berbagi dan saling meringankan beban sesama. "Satu hal yang harus diketahui bahwa puasa mengajak kita untuk berhemat dan berkehidupan sederhana. Ajaran ini kita ingat dan harus diterapkan."

Sumber Dari http://www.republika.co.id

Ampuhnya Doa Orang Berpuasa



Dr HM Harry M Zein


“Berkata Rasulullah saw: Terdapat tiga kaum yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah ra)

Suatu ketika ketika saat berkunjung ke salah satu pasar di Tangerang, seorang pedagang mengeluh bahwa doanya tidak pernah dikabulkan Allah SWT. Keluhan itu berawal ketika dia memenuhi kebutuhan hidup yang dianggap semakin sulit diperoleh.

Mungkin kasus ini tidak hanya terjadi pada diri seorang pedagang tersebut. Banyak kasus serupa yang terjadi di jagat bumi ini. Manusia berkeluh kesah, sangat wajar. Namun ketika dia berkeluh kesah lantaran doanya tidak pernah dikabulkan Allah SWT yang dilanjutkan dengan cacian dan ketidakpercayaan (iman) terhadap keperkasaan Allah SWT. Hal itu di luar kewajaran. Kita bisa bertanya-tanya, mengapa Allah SWT tidak mengabulkan doa?

Jika kita renungkan, sebenarnya apa yang dilakukan itu bukan tidak baik, namun perlu kita cermati bahwa seorang anak manusia sebagai khalifah di muka bumi ini memang berkewajiban untuk berusaha serta  berupaya secara lahiriah, namun usaha tadi berhasil atau tidaknya tergantung Allah SWT jua yang maha menentukan. Oleh karenanya memerlukan keseimbangan antara upaya sebagai salah satu  ikhtiar dan berdoa.

Kita sering  mendengar istilah DUIT (doa, usaha, ikhtiar dan tawakal). Dalam sebuah hadist shahih bahwa Rasulullah saw menuturkan bahwa “Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak”. Betapa strategisnya sebuah doa terlebih pada saat bulan Ramadhan.

Ada empat faedah keutamaan doa diantaranya:
Pertama,  doa merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT, sehingga seseorang yang selalu berdoa, ketahuilah, bahwa dia adalah orang yang dekat dengan Allah SWT dan meyakini akan kekuasaan-Nya.

Kedua, dengan berdoa dikabulkannya permintaan, bisa dalam bentuk penganugrahan berupa kebaikan ataupun tolak bala/bahaya dan keburukan.

Ketiga, menabung pahala di sisi Allah SWT apabila permintaan atau permohonannya belum dikabulkan semasa di dunia. Hal ini merupakan tabungan paling berguna serta paling baik.

Keempat, dengan doa berarti memurnikan ketauhidan, dan memutuskan segala bentuk ketergantungan kepada unsur kebendaan yang bersifat duniawi semata.

Untuk itulah bulan suci Ramadhan merupakan momentum bulan untuk kita berdoa serta terkabulnya sebuah doa. Perbanyaklah berdoa dan mintalah dengan kesungguhan hati. Ada banyak waktu mustajabah pada bulan suci Ramadan ini yang dipandang  terkabulnya sebuah doa, sebelum adhan Magrib saat waktu yang paling agung dan tepat untuk berdoa, yaitu sebelum berbuka puasa. Demikian juga waktu sahur merupakan saat yang paling baik untuk berdoa.

Apabila kita membaca sejarah para Nabi-nabi, seperti Nabi  Zakaria as., yang berkeinginan dikaruniai seorang anak, bertahun-tahun selalu dan selalu berdoa kepada yang maha Khalik yaitu Allah SWT. Sehingga akhirnya nabi Zakaria dikabulkan doanya. Nabi Ayyub as., dirundung penyakit, sehingga tidak melupakan untuk melakukan doa.

Begitu juga Nabi Musa pernah berdoa kepada Allah SWT yang dinyatakan dalam Surat Thaha [20]:25-27 yang artinya “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dan lidahku.” Dari penggambaran ini hendaknya agar kita memetik I’tibar untuk melakukannya. 

Walau strategi jitu sudah dirancang melalui akal pikiran  oleh para tim-tim sukses kandidat Gubernur/Wakil dengan harapan ingin memenangkan sebuah persaingan yang fairness, belum cukup. Karena jabatan, kedudukan, umur dan rizki adalah milik Allah SWT. Oleh karena itu memohonlah kepada-Nya. Semoga.

Dr HM Harry M Zein
 
“Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Puasa adalah perisai selama yang bersangkutan tidak merusak’. Lalu ada yang bertanya, ‘Dengan apa merusaknya?’ Jawab Rasulullah SAW. ‘Dengan berbohong atau bergunjing.” (Hadis Riwayat Abi Ubaidah RA)
 
Belum lama seorang kawan datang ke rumah. Dalam perbincangan santai, dia mengeluhkan, mengapa saat ini kejujuran menjadi hal yang paling sulit ditemukan. Sehingga menurut si kawan itu, kejujuran menjadi sesuatu yang sangat mahal dan berharga.
Tidak salah kawan tersebut mengeluhkan hal tersebut. Mungkin kita sedikit sepakat bahwa saat ini sedikit sulit mencari orang-orang yang memegang teguh nilai-nilai kejujuran; jujur dalam berkata dan jujur dalam bertindak.

Namun tidak adil juga jika kita terus mengkritisi hingga memprotes terhadap kondisi. Mengubah masyarakat agar menjadikan nilai-nilai kejujuran dalam jujur berkata dan bertindak memang perkara mudah. Namun jika terus mengkritisi dan memprotes keadaan juga bukan suatu tindakan yang bijak.

Bulan Ramadan bisa menjadi moment penting untuk mengasah kejujuran perkataan dan tindakan. Lantaran puasa menjadi ibadah istimewa, maka puasa bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan rasa kejujuran.

Kita dapat saja makan dan minum seenak kita di tempat tempat yang tertutup dan sunyi yang tidak terlihat oleh siapapun. Akan tetapi karena kita sedang berpuasa maka kita, dalam kondisi apapun dan dalam cuaca apapun tidak akan mau melakukan perbuatan makan dan minum tersebut, walaupun tidak ada orang lain yang melihat. Kejujuran hati kitalah yang akan mengatakan “pasti Allah SWT melihat apa apa yang kita kerjakan”.

Karena orang yang berpuasa sadar betul bahwa ia sedang dilatih semua aktivitasnya pasti diketahui dan lihat oleh Allah SWT. Apabila kesadaran ketuhanan ini telah terbangun serta menjelma dalam diri seseorang melalui training dan didikan puasa, maka Insya Allah akan terbangun dan terbentuk sifat yang amat mulia yakni “kejujuran”

Kejujuran adalah dasar dari kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kejujuran adalah prasyarat utama pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang berlandaskan prinsip saling percaya, kasih sayang, dan tolong menolong. Kejujuran adalah inti dari akhlak yang merupakan salah satu tujuan dari diutusnya Rasulullah oleh Allah SWT. (Innama buitstu liutammima makaarial akhlaq).

Seorang ulama menyatakan bahwa hakikat kejujuran ialah mengatakan sesuatu dengan jujur di tempat (situasi) yang tidak ada sesuatu pun yang menjadi penyelamat kecuali kedustaan.
Secara psikologis, kejujuran akan mendatangkan ketentraman jiwa.  Sebaliknya seseorang yang tidak jujur pasti tega melakukan perbuatan serta menutupi kebenaran.

Ketidakjujuran akan selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya akan mengancam stabilitas sosial. Ketidakjujuran selalu akan melahirkan kepada ketidakadilan, disebabkan karena orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya saja.

Kejujuran juga akan melahirkan penghargaan terhadap hak hak orang lain. Sebab kejujuran sebagaimana yang telah kita uraikan diatas juga akan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap kebenaran, keadilan dan kedisiplinan.

Namun kejujuran tidak akan datang begitu saja, tetapi harus diperjuangkan dengan sabar dan sungguh-sungguh. Seorang ulama menegaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membantu kita dalam mencoba meraih kejujuran.

Pertama, akal yang wajib memandang buruk kedustaan apalagi jika kedustaan itu sama sekali tidak mendatangkan kemanfaatan dan tidak mencegah bahaya.

Kedua, agama dan syariat yang memerintahkan untuk mengikuti kebenaran dan kejujuran serta memperingatkan bahaya kedustaan.

Ketiga, kedewasaaan diri kita yang menjadi salah satu faktor pencegah kedustaan dan kekuatan pendorong menuju kebenaran.

Keempat, memperolah kepercayaan dan penghargaan masyarakat. Ada sebuah kata mutiara; “Jadikanlah kebenaran (al Haq) sebagai tempat kembalimu (rujukanmu), kejujuran segai tempat pemberangkatanmu, sebab kebenaran adalah penolong paling kuat dan kejujuran adalah pendamping utama”.

Kita hanya bisa mengatakan bahwa kita telah menang dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan kalau kita mampu mengubah perilaku di dalam kehidupan keseharian kita selama sebelas bulan ke depan. Dari yang tidak jujur menjadi jujur, dari yang serakah menjadi suka berbagi, dan dari yang sombong menjadi rendah hati.

Sehat dengan Puasa


Ustaz Yusuf Mansur
Saya pernah ada benjolan di pundak kanan. Sakitnya aneh. Hanya pukul 08.00 sampai pukul 10.00 pagi. Pegalnya minta ampun kalau sakit itu datang. Kalau belum pukul delapan pagi, nggak ada tuh benjolan. Dan setelah pukul 10 pagi, relatif hilang dengan sendiri. Hitungan bulan saya rasakan, tapi saya tidak rasakan. Hingga akhirnya saya mengenal kembali puasa. 

Mulai tahun 1999, atas izin Allah saya secara tidak sengaja melakukan banyak agenda konseling. Dari mulai masalah rumah tangga, rezeki, anak keturunan, pekerjaan, dan karir, termasuk penyakit. 

Tidak ada yang aneh yang saya sampaikan, kecuali saya ajak untuk membersihkan hati, meminta ampun atas semua dosa, memperbaiki ibadah, kemudian berdoa, dan menyempurnakan dengan sedekah. Selebihnya, berharap kemurahan dan pertolongan Allah.

Di antara jalan yang saya katakan kepada mereka yang menemui saya atau konseling dengan saya adalah "cobalah dengan puasa". Puasa itu memenuhi semuanya. Membersihkan hati, iya. Jadi jalan buat ampunan, iya. Jadi jalan buat berubah hidup, iya. Sebab, doanya semua yang berpuasa dikabulkan Allah, termasuk salah satu keadaan yang dekat dengan Allah.

Saya perhatikan, untuk kasus-kasus penyakit, masya Allah, subhanallah, walhamdulillaah, juga bekerja. It's works. Relatif dengan berpuasa, penyakit-penyakit itu sembuh, dengan izin Allah. Panjang kali lebar bila mau dipanjangkan atau dilebarkan, tentang bagaimana puasa itu akhirnya bekerja untuk penyakit-penyakit yang diderita manusia.

Lantas saya berpikir, mengapa juga saya nggak mencoba untuk melaksanakan sendiri puasa. Barangkali saya ada kekotoran hati, pikiran, dosa, dan pastinya, iya ada. Itu semua yang kemudian bisa bersih dengan puasa. Maka, mulailah saya puasa. Saya pilih puasa Daud. Dalam keadaan puasa itu, saya pilih supaya saya bisa berdoa kepada Allah. 

Dan subhanallah, baru jalan sekira dua pekan, sembuh euy! Subhanallah. Benarlah apa yang disabdakan Rasul, "Shuumuu tasihhuu, berpuasalah kalian, niscaya kalian sehat." 

Konsentrasi saya saat berpuasa adalah pada doa dan puasa itu sendiri, bukan pada penyakit. Ini saja sudah membantu saya untuk sembuh. 

Itu ya, kalo sudah datang benjolannya, ya dipijat, diurut, ya diobatin apa saja nggak mempan. Dan, saya malas minum obat antinyeri, tapi ya nggak enak rasanya. Maka alhamdulillah, Allah kemudian memberi kesembuhan kepada saya kala itu. Dengan berpuasa, bukan tujuannya sehat, melainkan doa kita jadi lebih dikabulkan. 

Dan, kita berdoa supaya disehatkan. Buat kawan-kawan yang sedang sakit, baik enteng, apalagi serius, coba dengan keyakinan dan harapan yang sungguh-sungguh, berpuasalah, maka sesuai doa dan janji Rasul, kita bakal sehat. Yakin

Puasa, JKT48 Siap Tampil Beda

Puasa, JKT48 Siap Tampil Beda
JKT48 @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros
Kapanlagi.com - Selama sebulan penuh di bulan suci Ramadan, para member JKT48 akan tampil berbeda. Dalam setiap penampilan panggungnya nanti, mereka akan mengenakan busana khusus selama sebulan berpuasa. "Kayak tahun sebelumnya, biasanya kita punya kostum khusus buat bulan puasa," kata Melody saat ditemui di Tenis Indoor Senayan Jakarta, Rabu (3/7) malam.
JKT48 @foto: KapanLagi.com®/Bambang E RosJKT48 @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros
Meski berpuasa, bukan berarti para fans akan kehilangan para pesona member JKT48 selama sebulan penuh. Mereka tetap bisa menyaksikan penampilan sang idola. Hanya saja, jadwal mereka tak padat seperti sebelumnya.
"Bulan puasa perform masih ada kok, tapi enggak sebanyak biasanya. Dari tahun kemarin kita juga tetap ada perform," pungkasnya.

Sebanyak 22 lagu dilantunkan idol grup JKT48 untuk memuaskan para fansnya yang sudah hadir di konser mereka yang bertajuk Perkenalkan Nama Kami JKT48.

Maxima Pictures Siapkan Trilogi Film JKT48

Maxima Pictures Siapkan Trilogi Film JKT48


Kapanlagi.com - Popularitas grup idol JKT48 membawa mereka dalam pembuatan sebuah film layar lebar. Tak tanggung-tanggung, rumah produksi Maxima Pictures akan membuat film dalam bentuk trilogi. Maxima melihat potensi personil JKT48 sangat bagus di dunia film. Oleh karena itu, Ody Mulya, selaku produser, memutuskan untuk membuatkan mereka film.
"Kami akan membuat film ini dengan bentuk trilogi," kata Ody Mulya Hidayat, pihak Maxima Pictures saat ditemui di Teater JKT48, FX, Sudirman, Jakarta, Jumat (5/7).
JKT48
JKT48 Ody pun yakin film ini akan memuaskan para fans setia sister group AKB48 itu. "Akan kita eksplor untuk memuaskan para fans," katanya lagi.
Tapi dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut, Ody belum menjelaskan secara detail akan seperti apa film yang akan mereka garap. Menurut Ody, itu akan menjadi kejutan tersendiri bagi fans setia Melody dan kawan-kawan.
"Saya sudah pikirkan tema yang akan digarap, kita akan perlihatkan saat rilis pertama," pungkasnya.
Popularitas grup idol JKT48 membawa mereka dalam pembuatan sebuah film layar lebar.

JKT48 Jalani Pemotretan Untuk Buku Love JKT48 2013

Sukses dengan official guidebook pertama, JKT48 kembali merilis buku official guidebook kedua mereka berjudul Love JKT48 2013. Buku ini akan mengupas lebih dalam tentang keseharian personel JKT48.
Beberapa waktu lalu, JKT48 telah melakukan sesi pemotretan untuk kepentingan buku terbaru mereka. Mau tahu seperti apa serunya suansa pemotretan JKT48? Simak dalam video By Kapanlagi.com

TANGISAN NABI shallahu 'alaihi wa sallam TATKALA KEHILANGAN ORANG YANG DICINTAI (bag 2)


Jika anda pernah kehilangan kekasih…

Jika kesedihan meliputi hatimu karena kehilangan buah hati tercinta….

Air mata tak kunjung berhenti karena kehilangan istri tercinta…

Ibu yang tersayang dan penyayang telah pergi meninggalkan kenangan…

Sahabat yang setia dan siap berkorban telah berpisah dengan dunia….

Maka ingatlah…..semuanya pernah dialami oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam

Sungguh merupakan perkara yang sangat menyedihkan dan sangat berat tatkala seseorang harus kehilangan orang yang dicintainya, baik anak yang disayang, apalagi berbakti, ibu yang penyayang, sahabat dekat, istri tercinta dan lain-lain.

Allah berfirman

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (QS Al-Baqoroh : 155)

As-Syaikh As-Sa'di rahimahullah berkata :

{ وَالأنْفُسِ } أَيْ: ذَهَابُ الأَحْبَابِ مِنَ الْأَوْلاَدِ، وَالأَقَارِبِ، وَالأَصْحَابِ

"(Dan jiwa) yaitu dengan perginya orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, kerabat, maupun sahabat" (Taisiir Al-Kariim Ar-Rahmaan hal 155)

Tentunya semakin tinggi iman seseorang maka akan semakin tinggi ujian yang akan dihadapinya. Dan tidak diragukan lagi bahwasanya ujian-ujian yang pernah dihadapi oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ujian yang sangat berat. Nabi telah diuji dengan ujian-ujian yang berat dan bermacam-macam. Diantara ujian-ujian tersebut adalah perginya orang-orang yang dikasihi oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah kehilangan ayahnya sebelum kelahirannya…ia tidak pernah merasakan belaian ayahnya…tidak pernah melihat senyuman ayahnya…

Demikian pula ia telah kehilangan ibunya yang sangat beliau sayangi tatkala berusia enam tahun. Tatkala sang ibu membawanya untuk bersafar menziarahi kerabat/paman-paman ayahnya dari Bani ‘Adi bin Najjaar di kota Madinah. Tatkala di tengah perjalanan pulang ke Mekah di suatu daerah yang bernama Abwaa' (antara kota Madinah dan Mekah) maka sang ibu tercinta pun sakit. Hingga akhirnya sang ibupun meninggal di tempat tersebut (lihat As-Siiroh An-Nabawiyah fi Dloui al-Mashoodir al-Ashliyah hal 110). Semua itu dilihat dan disaksikan oleh sang kecil Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Kita bisa bayangkan bagaimana kesedihan yang meliputi hati si kecil Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala menyaksikan di hadapannya sang ibu yang sakit parah hingga meninggalkan dunia ini….

Ini semua kesedihan yang telah dirasakan oleh Nabi semenjak kecil beliau.

Sebagaimana manusia yang lain Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengalami apa yang dirasakan oleh manusia yang lain, seperti kegembiraan, kesedihan, keriangan, kesempitan, kelapangan, sehat, sakit, kehidupan dan kematian. Karenanya jika Nabi mengalami kesedihan maka terkadang air mata beliau mengalir…



PERTAMA : Tangisan Nabi tatkala putranya Ibrahim meninggal

Sungguh berat ujian yang dihadapi oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, seluruh anak beliau meninggal sebelum beliau, kecuali Fathimah radhiallahu 'anhaa yang meninggal setelah meninggalnya Nabi.

Jika kehilangan seorang anak yang dicintai saja sudah terasa sangat berat maka bagaimana lagi jika kehilangan enam orang anak sebagaimana yang dialami oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?. Karenanya Allah menyediakan ganjaran yang besar bagi seseorang yang bersabar karena kehilangan buah hatinya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى لِمَلائِكَتِهِ : قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي ؟ فيقولونَ : نَعَمْ . فيقولُ : قَبَضْتُمْ ثَمَرَة فُؤَادِهِ ؟ فيقولونَ : نَعَمْ . فيقولُ : مَاذَا قَالَ عَبْدِي ؟ فيقولونَ : حَمدَكَ وَاسْتَرْجَعَ . فيقول اللهُ تَعَالَى : ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتاً في الجَنَّةِ ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ

"Jika anak seseorang meninggal maka Allah berkata kepada para malaikatnya, "Apakah kalian telah mengambil nyawa putra hambaku?", mereka menjawab, "Iya". Allah berkata, "Apakah kalian telah mengambil buah hatinya?", mereka menjawab, 'Iya". Allah berkata, "Apakah yang diucapkan oleh hambaKu?", mereka berkata, "HambaMu memujimu dan beristrjaa' (mengucapkan innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji'uun)". Allah berkata, "Bangunkan bagi hambaKu sebuah rumah di surga dan namakan rumah tersebut dengan "Rumah pujian" (HR At-Thirmidzi no 1021 dan dishahihkan oleh Al-Albani di As-Shahihah no 1408)



Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dianuegrahi enam orang putra-putri yaitu Qosim, kemudian Zainab, kemudian Ruqooyah, kemudian Ummu Kultsuum, kemudian Fathimah (dan ada yang berpendapat bahwa Ummu Kaltsuum lebih muda daripada Fathimah), kemudian Abdullah yang dilahirkan setelah kenabian. Kedua putra beliau Qosim dan Abdullah meninggal tatkala masih kecil, adapun keempat putri beliau seluruhnya  masuk Islam setelah kenabian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam.

Maka sungguh bisa dibayangkan kerinduan Nabi untuk memiliki anak laki-laki, karena yang tersisa hanyalah anak-anak perempuannya. Akhirnya Allah menganugerahkan beliau dari Maariyah Al-Qibthiyah seorang putra yang beliau namakan Ibrahim.

Tatkala lahir Ibrahim maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan penuh gembira mengabarkannya kepada para sahabat.

وُلِدَ لِيَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِي إِبْرَاهِيْمَ

"Malam ini aku dianugerahi seorang putra, aku menamakannya dengan nama bapakku, Ibrahim" (HR Muslim no 3315)

Dan sebagaimana adat kaum Arab jika ada anak mereka yang lahir maka dicarikan juga baginya ibu susuan. Karenanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyerahkan Ibrahim kepada ibu susuannya Ummu Saif Khaulah binti Al-Mundzir Al-Anshooriyah radhiallahu 'anhaa, yang memiliki seorang suami seorang pandai besi yang dikenal dengan Abu Saif. Mereka tinggal di daerah awali di Madinah.

Nabi sangat menyayangi Ibrahim, bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan jauh ke daerah ‘awali hanya untuk mencium putranya tersebut.

Anas Bin Malik –semoga Allah meridhoinya- berkata :

«مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَرْحَمَ بِالْعِيَالِ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»، قَالَ: «كَانَ إِبْرَاهِيمُ مُسْتَرْضِعًا لَهُ فِي عَوَالِي الْمَدِينَةِ، فَكَانَ يَنْطَلِقُ وَنَحْنُ مَعَهُ فَيَدْخُلُ الْبَيْتَ وَإِنَّهُ لَيُدَّخَنُ، وَكَانَ ظِئْرُهُ قَيْنًا، فَيَأْخُذُهُ فَيُقَبِّلُهُ، ثُمَّ يَرْجِعُ»

"Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak dari pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah ‘Awaali di kota Madinah. Maka Nabipun berangkat (*ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. lalu beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap. Suami Ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabipun mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembali" (HR Muslim no 2316)

Akan tetapi kegembiraan dan kebahagiaan ini tidak berlangsung lama karena tatkala Ibrahim berumur 16 atau 17 bulan iapun sakit keras hingga meninggal dunia (lihat Al-Minhaaj Syarah Shahih Muslim karya An-Nawawi 15/76).

Anas bin Malik berkata:

أنَّ رسول الله - صلى الله عليه وسلم - دَخَلَ عَلَى ابْنِهِ إبْرَاهيمَ - رضي الله عنه - ، وَهُوَ يَجُودُ بِنَفسِهِ ، فَجَعَلَتْ عَيْنَا رسولِ الله - صلى الله عليه وسلم - تَذْرِفَان . فَقَالَ لَهُ عبدُ الرحمانِ بن عَوف : وأنت يَا رسولَ الله ؟! فَقَالَ : (( يَا ابْنَ عَوْفٍ إنَّهَا رَحْمَةٌ )) ثُمَّ أتْبَعَهَا بأُخْرَى ، فَقَالَ : (( إنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ والقَلب يَحْزنُ ، وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا يُرْضِي رَبَّنَا ، وَإنَّا لِفِرَاقِكَ يَا إبرَاهِيمُ لَمَحزُونُونَ ))

"Rasulullah masuk (*di rumah ibu susuan Ibrahim) menemui Ibrahim yang dalam keadaan sakaratul maut bergerak-gerak untuk keluar ruhnya. Maka kedua mata Nabi shalallahu 'alaihi wa sallampun mengalirkan air mata.

Abdurrahman bin 'Auf berkata, "Engkau juga menangis wahai Rasulullah?". Maka Nabi berkata, "Wahai Abdurrahman bin 'Auf, ini adalah rahmah (kasih sayang)". Kemudian Nabi kembali mengalirkan air mata dan berkata, "Sungguh mata menangis dan hati bersedih, akan tetapi tidak kita ucapkan kecuali yang diridhoi oleh Allah, dan sungguh kami sangat bersedih berpisah denganmu wahai Ibrahim"(HR Al-Bukhari no 1303)

Nabi juga berkata

إِنَّ إبْرَاهِيْمَ ابْنِي وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْيِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلاَنِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ

"Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya baginya di surga dua orang ibu susuan yang akan menyempurnakan susuannya" (HR Muslim no 2316)

Kita bisa membayangkan bagaimana kesedihan yang dirasakan Nabi…putra yang sangat disayanginya…yang sangat diharapkan setelah meninggalnya kedua putranya dahulu…, meninggal dalam keadaan menggeliat menghadapi sakaratul maut di pangkuan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam…inilah yang membuat beliau mengalirkan air mata



KEDUA : Tangisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala putrinya Ummu Kaltsuum meninggal.

Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata

شَهِدْنَا بِنْتَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ عَلَى الْقَبْرِ فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَدْمَعَانِ فَقَالَ : هَلْ فِيْكُمْ مِنْ أَحَدٍ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ؟ فَقَالَ أَبُوْ طَلْحَةَ : أَنَا قَالَ : فَانْزِلْ فِي قَبْرِهَا فَنَزَلَ فِي قَبْرِهَا فَقَبَرَهَا

"Kami menghadiri pemakaman putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Rasulullah duduk di atas mulut kuburan (*yang sudah digali). Aku melihat kedua mata beliau mengalirkan air mata, dan beliau berkata, "Apakah ada diantara kalian yang malam ini belum berbuat (*berhubungan dengan istrinya)?. Abu Tolhah berkata, "Saya". Nabipun berkata, "Turunlah engkau di kuburan putriku!". Abu Tholhah lalu turun dan menguburkan putri Nabi" (HR Al-Bukhari no 1342)

Putri Nabi yang dikuburkan dalam hadits ini adalah Ummu Kaltsuum radhiallahu 'anhaa dan bukan Ruqoyyah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menghadiri wafatnya Ruqoyyah karena perang Badar (Lihat Syarah Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Baththool 3/328, Fathul Baari 3/158, dan Irsyaadus Saari, karya Al-Qosthlaani 2/438)



KETIGA : Tangisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala melihat  salah seorang cucunya menggeliat menghadapi sakaratul maut

Usaamah bin Zaid rahdiallahu 'anhu berkata :

أرْسَلَتْ بنْتُ النَّبيِّ - صلى الله عليه وسلم - إنَّ ابْني قَد احْتُضِرَ فَاشْهَدنَا ، فَأَرْسَلَ يُقْرىءُ السَّلامَ ، ويقُولُ : ((إنَّ لله مَا أخَذَ وَلَهُ مَا أعطَى وَكُلُّ شَيءٍ عِندَهُ بِأجَلٍ مُسَمًّى فَلتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ )) فَأَرسَلَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيهِ لَيَأتِينَّهَا . فقامَ وَمَعَهُ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ ، وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ ، وَزَيْدُ بْنُ ثَابتٍ ، وَرجَالٌ - رضي الله عنهم - ، فَرُفعَ إِلَى رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم - الصَّبيُّ ، فَأقْعَدَهُ في حِجْرِهِ وَنَفْسُهُ تَقَعْقَعُ ، فَفَاضَتْ عَينَاهُ فَقالَ سَعدٌ : يَا رسولَ الله ، مَا هَذَا ؟ فَقالَ : (( هذِهِ رَحمَةٌ جَعَلَها اللهُ تَعَالَى في قُلُوبِ عِبَادِهِ ))

"Salah seorang putri Nabi mengirimkan utusan kepada Nabi untuk mengabarkan bahwa : "Putraku sedang sakaratul maut, maka hendaknya engkau datang". Nabipun mengirim utusan kepada putrinya tersebut dan mengirim salam kepadanya dan berkata, "Sesungguhnya milik Allah apa yang Allah ambil, dan milik Allah juga apa yang telah Allah anugerahkan, dan segala sesuatu di sisiNya ada waktu dan ketentuannya, maka hendaknya putriku bersabar dan mengaharapkan pahala dari Allah".

Akan tetapi putri Nabi kembali mengirimkan utusannya mengabarkan kepada Nabi bahwasanya putrinya telah bersumpah agar Nabi datang. Maka Nabipun datang bersama Sa'ad bin 'Ubaadah, Mu'adz bin Jabal, Ubai bin Ka'ab, Zaid bin Tsaabit dan beberapa sahabat lainnya radhiallahu 'anhum. Lalu sang anakpun diangkat ke Nabi, Nabipun meletakkannya di pangkuannya sementara sang anak meronta-ronta. (Melihat hal itu) maka kedua mata Nabipun mengalirkan tangisan. Sa'ad berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau menangis?".

Nabi berkata, "Ini adalah rahmat (kasih sayang) yang Allah jadikan di hati para hambaNya"  (HR Al-Bukhari no 1284 dan Muslim no 923)

Para ulama telah berselisih tentang siapakah putri Nabi yang disebutkan dalam hadits ini?, karenanya mereka juga berselisih siapakah cucu Nabi yang disebutkan dalam hadits ini-?

Ada yang mengatakan bahwa putri Nabi tersebut adalah Ruqoyyah istri Utsmaan bin 'Afaan, dan cucu nabi  tersebut adalah Abdullah bin 'Utsmaan. Ada yang mengatakan bahwa putri Nabi tersebut adalah Fathimah istri Ali bin Abi Tholib, dan cucu Nabi tersebut adalah Muhsin bin Ali bin Abi Thoolib.

Dan ada yang mengatakan bahwa putri Nabi tersebut Zainab istri Abul 'Aash. Dan Zainab hanya memiliki dua anak dari Abul 'Aash yaitu Ali dan Umaimah. Pendapat yang dipilih oleh Ibnu Hajar bahwasanya cucu nabi yang disebutkan dalam hadits ini adalah Umamah binti Abul 'Aaash. Akan tetapi Ibnu Hajar berpendapat bahwa Umamah setelah didatangi Nabi akhirnya sembuh dan tidak meninggal karena para ulama telah sepakat bahwasanya Umamah bin Abil 'Aash hidup setelah meninggalnya Nabi, bahkan Umamah dinikahi oleh Ali bin Abi Tholib setelah wafatnya Fathimah radhiallahu 'anhaa. (Fathul Baari 3/156-157)



KEEMPAT : Tangisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala melihat jasad pamannya Hamzah bin Abdhil Muththolib tercabik-cabik.

Hamzah paman Nabi dan juga sekaligus saudara sepersusuan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau adalah Asadullah (singa Allah) seseorang yang sangat hebat dalam pertempuran di medan jihad.

Tatkala terjadi perang Badar diantara yang terbunuh oleh Hamzah dari kalangan musyrikin Mekah adalah Thu'aimah bin 'Adi, paman dari Jubair bin Muth'im.

Akhirnya Jubair bin Muth'impun ingin membalas dendam kepada Hamzah, akhirnya ia memerintahkan budaknya yang bernama Wahsyi dari Habasyah untuk membunuh Hamzah dengan imbalan dia akan dimerdekakan.

Wahsyi menuturkan kisahnya :

إِنَّ حَمْزَةَ قَتَلَ طُعَيْمَةَ بْنَ عَدِىٍّ بِبَدْرٍ فَقَالَ لِى مَوْلاَىَ جُبَيْرُ بْنُ مُطْعِمٍ ِإِنْ قَتَلْتَ حَمْزَةَ بِعَمِّى فَأَنْتَ حُرٌّ. فَلَمَّا خَرَجَ النَّاسُ يَوْمَ عِينِينَ خَرَجْتُ مَعَ النَّاسِ إِلَى الْقِتَالِ فَلَمَّا أَنِ اصْطَفُّوا لِلْقِتَالِ - قَالَ - خَرَجَ سِبَاعٌ فقال : مَنْ مُبَارِزٌ؟، قَالَ فَخَرَجَ إِلَيْهِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ يَا سِبَاعُ يَا ابْنَ أُمِّ أَنْمَارٍ يَا ابْنَ مُقَطِّعَةِ الْبُظُورِ أَتُحَادُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ثُمَّ شَدَّ عَلَيْهِ فَكَانَ كَأَمْسِ الذَّاهِبِ وَكَمَنْتُ لِحَمْزَةَ تَحْتَ صَخْرَةٍ فَلَمَّا دَنَا مِنِّى رَمَيْتُهُ بِحِرْبَتِي فَأَضَعُهَا فِى ثُنَّتِهِ حَتَّى خَرَجَتْ مِنْ بَيْنِ وَرِكَيْهِ، فَكَانَ ذَلِكَ الْعَهْدُ بِهِ فَلَمَّا رَجَعَ النَّاسُ رَجَعْتُ مَعَهُمْ فَأَقَمْتُ بِمَكَّةَ حَتَّى فَشَا فِيهَا الإِسْلاَمُ  ثُمَّ خَرَجْتُ إِلَى الطَّائِفِ فَأَرْسَلوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رُسُلاً فقيل لي إِنَّهُ لاَ يَهِيجُ لِلرُّسُلِ.

قَالَ َخَرَجْتُ مَعَهُمْ حَتَّى قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَمَّا رَآنِى قَالَ « أَنْتَ وَحْشِىٌّ ». قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ « أَنْتَ قَتَلْتَ حَمْزَةَ ». قُلْتُ قَدْ كَانَ مِنَ الأَمْرِ مَا بَلَغَكَ  قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُغَيِّبَ عَنِّى وَجْهَكَ ». فَرَجَعْتُ فَلَمَّا تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَخَرَجَ مُسَيْلِمَةُ الْكَذَّابُ قُلْتُ لأَخْرُجَنَّ إِلَى مُسَيْلِمَةَ لَعَلِّى أَقْتُلُهُ فَأُكَافِئَ بِهِ حَمْزَةَ. فَخَرَجْتُ مَعَ النَّاسِ فَكَانَ مِنْ أَمْرِهِمْ مَا كَانَ فَإِذَا رَجُلٌ قَائِمٌ فِى ثَلْمَةِ جِدَارٍ كَأَنَّهُ جَمَلٌ أَوْرَقٌ ثَائِرٌ رَأْسُهُ فَأَرْمِيهِ بِحَرْبَتِى فَأَضَعُهَا بَيْنَ ثَدْيَيْهِ حَتَّى خَرَجَتْ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ وَدَبَّ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَضَرَبَهُ بِالسَّيْفِ عَلَى هَامَتِهِ.

"Sesungguhnya Hamzah telah membunuh Thu'aimah bin 'Adiy di perang Badar, maka Tuanku Jubair bin Muth'im berkata kepadaku, "Jika engkau membunuh Hamzah sebagai balasan terhadap pamanku maka engkau bebas merdeka". Maka tatkala orang-orang (kaum kafir Mekah) keluar untuk perang Uhud maka akupun keluar bersama mereka untuk berperang. Maka tatkala mereka telah berbaris (*antara pasukan kafir dan pasukan kaum muslimin) untuk bertempur maka keluarlah Sibaa' dan berkata, "Siapa yang siap berduel melawanku?". Maka tantangan inipun disambut oleh Hamzah bin Abdil Muththolib, lalu ia berkata ; "Wahai sibaa', wahai putra Ummu Anmaar, Wahai putra Tukang sunatnya para wanita" (*karena ibu Sibaa' adalah seorang wanita yang dikenal suka menyunat bayi-bayi perempuan), apakah engkau menentang Allah dan Rasulnya?". Lalu Hamzahpun memeranginya dengan sengit sehingga tewaslah Sibaa' seakan-akan ia tidak pernah ada.

Akupun bersembunyi di belakang sebuah batu untuk membunuh Hamzah. Tatkala Hamzah sudah dekat denganku maka akupun melemparnya dengan tombakku hingga mengenai bagian bawah pusarnya hingga keluar kebagian panggul belakangnya. Itulah kematian Hamzah.

Tatkala orang-orang kembali ke Mekah akupun pulang bersama mereka lalu aku tinggal di Mekah hingga islampun tersebar. Lalu akupun pergi ke Thoif. Lalu penduduk Thoif mengirim para utusan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk masuk Islam, dan dikatakan kepadaku bahwasanya para utusan tersebut sama sekali tidak akan terganggu. Maka akupun pergi bersama mereka (para utusan tersebut) hingga akupun menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tatkala Nabi melihatku maka ia berkata, "Apakah engkau Wahsyi?". Aku berkata, "Iya". Nabi berkata, "Engkau yang telah membunuh Hamzah?", Aku berkata, "Perkaranya sebagaimana berita yang sampai kepadamu". Nabi berkata, "Jika engkau mampu agar tidak menampakan wajahmu di hadapanku?". Aku lalu kembali ke Thoif. Dan tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dan muncul Musailamah Al-Kadzdzab (*yang mengaku nabi baru) maka aku berkata, "Sungguh aku akan keluar untuk membunuh Musailamah, semoga aku membayar kesalahanku membunuh Hamzah". Lalu akupun keluar bersama orang-orang dan ternyata kejadiannya sebagaimana yang terjadi (*yaitu terjadi peperangan dan terbunuh banyak sahabat). Tiba-tiba Musailamah berdiri di sela-sela dinding, seakan-akan ia adalah seekor onta yang abu-abu, rambutnya berdiri. Maka akupun melemparnya dengan tombakku maka mengenai dadanya hingga tembus ke belakang dan keluar diantara dua punggungnya. Lalu datanglah salah seorang dari kaum Anshoor lalu memukulkan pedangnya ke kepala Musailamah" (HR Al-Bukhari no 4072)

Tombak yang digunakan Wahsyi untuk membunuh Musailamah Al-Kadzdzab itulah tombak yang telah ia gunakan untuk membunuh Hamzah bin Abdil Muttholib. Wahsyi berkata,

فَرَبُّكَ أَعْلَمُ أَيُّنَا قَتَلَهُ؟ فَإِنْ أَكُ قَتَلْتُهُ فَقَدْ قَتَلْتُ خَيْرَ النَّاسِ وَشَرَّ النَّاسِ

"Dan Robmu yang lebih tahu siapa diantara kami berdua yang telah membunuh Musailamah, jika aku yang telah membunuhnya maka sungguh aku telah membunuh manusia terbaik dan manusia terburuk" (Diriwayatkan oleh At-Toyaalisi dalam musnadnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 7/371)

Tatkala sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kabar meninggalnya Hamzah maka Nabipun menangis.

Jabir radhiallahu 'anhu berkata :

لمَاَّ بَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلُ حَمْزَةَ بَكَى، فَلَمَّا نَظَرَ إِلَيْهِ شَهِقَ

"Tatkala sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kabar tewasnya Hamzah maka Nabipun menangis. Dan tatkala Nabi melihat jasadnya maka Nabipun terisak-isak keras" (Al-Haitsami dalam Majma' Az-Zawaaid 6/171 berkata : رَوَاهُ الْبَزَّارُ وَفِيْهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ بْنِ عَقِيْلٍ وَهُوَ حَسَنُ الْحَدِيْثِ عَلَى ضَعْفِهِ "Diriwayatkan oleh Al-Bazzaar, dan pada sanadnya ada Abdullah bin Muhammad bin 'Aqiil, dan dia adalah seorang yang haditsnya baik meskipun ia seorang yang dho'if/lemah)

Dalam riwayat lain :

وَلَمَّا رَأَى مَا مُثِّلَ بِهِ شَهِقَ

"Tatkala Nabi melihat jasad Hamzah yang tercabik-cabik maka beliaupun terisak keras" (HR Al-Haakim dalam Al-Mustadrok no 4900, dan Adz-Dzahabi berkata : "Shahih")