Pages

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Hadirilah Acara Maulid Al - Munawwir

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....
Akan Ada Acara Majelis Ta'lim Al - Munawwir
Insya Allah Akan Di Hadiri Oleh Al - Habib Alwi Bin Muhammad Bin Hud Al - Atthos
Selengkap Nya Baca Di : Di Sini

Berikut Foto Foto Kami Pada Saat Pemasangan Banner Di Depan Desa Setia Mekar :






Apa Itu Hadits ‘Muttafaq’alaihi’?

 Apa Itu Hadits 'Muttafaq'alaihi?
SELAMA ini mungkin kita kadang agak bingung jika menemukan hadist kemudian perawinya adalah muttafaq’alaihi. Karena biasanya yang sering kita dengar adalah HR. Bukhori ataupun HR Muslim. Apa artinya alaihi ini sebenarnya?
Hadits secara harfiah berarti “berbicara”, “perkataan” atau “percakapan”. Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad SAW.
Menurut istilah ulama ahli hadits, hadits adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (Arab: taqrîr), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (Arab: bi’tsah) dan terkadang juga sebelumnya, sehingga arti hadits di sini semakna dengan sunnah.
Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum. Kata hadits itu sendiri adalah bukan kata infinitif, maka kata tersebut adalah kata benda.
Istilah muttafaq ‘alaih secara bahasa berarti disepakati atasnya. Dalam ‘urf para ahli hadis, istilah ini biasanya digunakan untuk hadis yang disepakati kesahihannya oleh dua imam hadis: Imam al-Bukhâri dan
muridnya, Imam Muslim-rahimahumallâh.
Atau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari – Muslim.

10 KRITERIA ALIRAN SESAT MENURUT MAJELIS ULAMA INDONESIA



Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Dewasa ini di Indonesia semakin marak bermunculan berbagai aliran dan paham yang mengatas namakan Islam 
,namun ajarannya jauh menyimpang dari ajaran Rasulullah dan al Qur’an.  Orang yang awam dan kurang dalam pemahamannya tentang Islam mudah terkecoh dan tertipu oleh aliran ini, sehingga mereka jadi pengikut setia ajaran yang menyimpang itu.

Paham dan aliran yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah tersebut terus berkembang, dan mulai merasuk kedalam sistim kekuasaan dan pemerintahan  di Indonesia ini tanpa disadari oleh sebagian besar umat Islam. Sebagai pedoman bagi umat Islam Indonesia pada tgl 6 November 2007 MUI telah mengeluarkan 10 kriteria aliran atau paham yang menyimpang dari ajaran Islam yang benar.

10 Kriteria dimaksud antara lain

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.

2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.

4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.

5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.

7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.

9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.

10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Diantara paham yang menyimpang sebagaimana disebutkan pada  kriteria diatas antara lain Islam Ahmadiyah, Syi’ah, Islam Jamaah (LDII). Kelompok Syiah dan LDII dewasa ini terus berkembang di Indonesia dan mulai unjuk gigi yang memicu beberapa keributan di tanah Air.
Ahmadiyah mempercayai Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi sesudah nabi Muhammad. Syiah mengingkari rukun Iman dan merubah menjadi 5 rukun Iman,meragukan kebenaran Al Qur’an mushaf Ustmani, mengkafirkan orang yang tidak beriman kepada Imam yang 12, menghina dan menghujat para sahabat Nabi. Islam jamaah juga mengkafirkan orang yang diluar kelompok mereka.
Mereka yang sudah memasuki dan mendalami ajaran sesat ini biasanya sulit untuk keluar dari lingkungan mereka . Karena biasanya mereka menjaga jamaahnya agar jangan belajar dan mengaji dari ustad atau ulama dari luar kelompok mereka, sehingga mereka sulit menerima kebenaran dari orang lain.
Umat Islam Indonesia perlu berhati hati agar tidak terjebak masuk kedalam kelompok aliran ini. Berpedomanlah pada kriteria yang sudah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kiamat Akan Terjadi Setelah Fase Ke 5

Menurut saya datangnya hari kiamat hanya Allah yang tahu.Dalam hadist nabi juga dijelaskan kapan kiamat terjadi,Silahkan baca ulasan berikut ini.




Jangka masa dalam sejarah manusia ditandai dengan mengikut nabi-nabi yang diutuskan.dan apabila nabi terakhir telah diutus,maka ini juga bermakna sejarah sudah sampai ke fase akhir....fase inilah yang amat sangat penting bagi IBLIS.karena,dari awal iblis sudah berjanji kepada Tuhannya,ia akan membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang merusakkan bumi dan selalu menumpahkan darah sampai kiamat.

Dan kitalah yang termasuk ke dalam fase terakhir zaman,mengikut nabi akhir zaman,yaitu Nabi kita tercinta, Nabi Muhammad SAW.mengikuti hadist,zaman umat nabi Muhammad dibagi menjadi 5,mengikuti 'kerangka' masa.Berikut 5 Fase kehidupan umat manusia:

“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila dia menghendaki untuk mengangkatnya.
selanjutnya adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila dia menghendaki untuk mengangkatnya.

Selanjutnya,masa kerajaan yang 'mengigit' (Mulkan Adhan). Adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya,masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya, adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah 'ala minhaj al-nubuwwah).
Kemudian beliau (nabi) diam.” (HR.Ahmad dan Baihaqi dari Nudman bin Basyir dari Hudzalfah

Menurut hadist diatas,

1.Fase Pertama adalah ketika nabi sudah hidup. Zaman ini sudah berlalu.

2.Fase Kedua, zaman pemerintahan yang mengikut cara kenabian. Pada zaman ini, kita dapat lihat umat Islam diperintah 4 Khulafa' Rashidin. Zaman ini pun sudah berlalu.

3.Fase Ketiga, zaman pemerintahan kerajaan yang 'menggigit'. Menggigit dalam hadits mengartikan bahwa mereka hanya menyerahkan kekuasaan mereka kepada keturunannya. Di zaman ini bisa kita lihat kerajaan Umayyah, Abassiyah, dan Uthmaniah yang berkuasa menggunakan sistem monarki. Zaman ini juga sudah berlalu.

4.Fase Keempat, zaman dimana dunia diperintah oleh pemimpin yang sombong dan merajalela. Zaman itulah sekarang.

5.Setelah berlalu fase ke-4 (zaman sekarang) , datanglah fase kelima. Di zaman tesebut, dunia akan kembali diperintah mengikut cara nabi berasaskan syariat Islam.

ketika habis bercerita mengenai 5 fase tersebut, tiba-tiba Rasulullah diam. Diam tesebut bermakna SEJARAH MANUSIA SUDAH TAMAT...Kesimpulannya berdasarkan hadist nabi,kiamat akan terjadi setelah Fase ke lima peradaban manusia.
Wallahualam..
Sumber >> Kiamat Akan Terjadi Setelah Fase Ke 5

Bagaimana Hukum Hipnotis?


Berikut ini jawaban para ulama dalam komisi riset dan fatwa tentang hukum Hipnotis, semoga bermanfaat Fatwa Lajnah Da’imah[*] (Komisi Khusus Bidang Riset Ilmiah dan Fatwa) Saudi Arabia
Pertanyaan
Apa hukumnya hipnotis? dimana dengan kemampuan hipnotis tersebut, pelakunya dapat menerawangkan fikiran korban, lalu mengendalikan dirinya dan bisa membuatnya meninggalkan sesuatu yang diharamkan, sembuh dari penyakit tegang otot atau melakukan pebuatan yang dimintanya tersebut?
Jawaban Lajnah Da’imah sebagai berikut:
Pertama : (pendahuluan) Ilmu tentang hal-hal yang ghaib merupakan hak mutlak Allah Ta’ala , tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang mengetahui, baik itu jin atau pun selain mereka, terkecuali Allah mengabarkan hal gaib tersebut kepada orang yang dikehedaki-Nya seperti kepada para malaikat atau para rasul-Nya berupa wahyu.
Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An-Naml : 65).
Dia juga berfirman berkenaan dengan Nabi Sulaiman dan kemampuannya menguasai bangsa jin. “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya ,mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan” (QS. Saba : 14).
Demikian pula firman-Nya (yang artinya), “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia pun tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan dibelakangnya” (QS. Al-Jin : 26-27).
Dalam sebuah hadits yang shahih dari An-Nuwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Bila Allah ingin memerintahkan suatu hal, Dia pun menyampaikan melalui perantaraan wahyu. lalu langit menjadi bergemuruh –dalam riwayat lain : bergemuruh yang amat sangat seperti disambar petir- karena rasa takut kepada Allah. Bila hal itu didengarkan oleh para penghuni langit, mereka pun pingsan dan bersimpuh sujud kepada Allah. Lalu yang pertama siuman adalah Jibril, maka Allah menyampaikan wahyu yang dikehendaki Nya kepada Jibril, lalu Jibril pun berkata, “Allah telah berfirman yang haq dan Dialah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Besar”. Semua para malaikat pun mengatakan hal yang sama seperti yang telah dikatakan oleh Jibril. Lantas sampailah wahyu melalui Jibril hingga kepada apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala terhadapnya” [1]
Di dalam hadits Shahih yang lain dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Bila Allah telah memutuskan suatu perkara dilangit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya sebagai (refleksi) ketundukan terhadap firman-Nya, seakan-akan seperti rantai yang di pukulkan diatas batu besar yang licin. apabila rasa takut itu sudah hilang dari hati mereka, mereka bertanya “Apa yang telah difirmankan oleh Rabb kalian?”. Mereka yang lain menjawab, “ Allah telah berfirman dengan yang Hak dan Dialah Maha Tinggi Lagi Maha Besar”. Lalu kabar tersebut didengar oleh para pencuri berita dilangit, dan para pencuri berita langit dengan lainnya itu seperti ini, yang satu di atas yang lainnya (estafet). (Sufyan, periwayat hadits ini menggambarkan dengan tangannya ; merenggangkan jemari tangan kanannya, menegakkan sebagian ke atas sebagian yang lain).
Bisa jadi pencuri langit tersebut mendengar sebagian percakapan (para malaikat) kemudian menyampaikan berita tersebut kepada yang dibawahnya dan seterusnya sampai ketelinga para dukun dan tukang sihir, Atau bisa jadi para pencuri langit terbakar oleh panah api sebelum bisa menyampaikan berita, atau terbakar setelah menyampaikannya, maka para dukunpun berdusta dengan seratus kedustaan, maka mereka pun berkata, ‘Bukankah dia telah memberitahukan kepada kita pada hari anu dan anu terjadi begini dan begitu,dan ternyata benar ” dan dukunpun dipercaya hanya karena sedikit berita yang didengar dari pencuri kabar dilangit” [2].
Maka, tidak boleh meminta pertolongan kepada jin dan para makhluk selain mereka untuk mengetahui hal-hal ghaib, baik dengan cara memohon dan mendekatkan diri kepada mereka, member sesajen ataupun lainnya. Bahkan itu adalah perbuatan syirik karena ia merupakan jenis ibadah padahal Allah telah memberitahukan kepada para hamba-Nya agar mengkhususkan ibadah hanya untuk-Nya semata, yaitu agar mereka mengatakan, “Hanya kepada-Mu kami menyembah (beribadah) dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan“.
Juga telah terdapat hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata kepada Ibnu Abbas, “Bila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah” [3]
Kedua : (hukum hipnotis) Hipnotis merupakan salah satu jenis sihir (perdukunan) yang mempergunakan jin sehingga si pelaku dapat menguasai diri korban, lalu berbicaralah dia melalui lisannya dan mendapatkan kekuatan untuk melakukan sebagian pekerjaan setelah dirinya dikuasainya. Hal ini bisa terjadi, jika si korban benar-benar serius bersamanya dan patuh. Ini adalah imbalan untuk para penghipnotis karena perbuatan syirik yang mereka persembahkan kepada jin tersebut.
Jin tersebut membuat si korban berada di bawah kendali si pelaku untuk melakukan pekerjaan atau berita yang dimintanya. Bantuan tersebut diberikan oleh jin bila ia memang serius melakukannya bersama si pelaku. Atas dasar ini, menggunakan hipnotis dan menjadikannya sebagai cara atau sarana untuk menunjukkan lokasi pencurian, benda yang hilang, mengobati pasien atau melakukan pekerjaan lain melalui si pelaku ini tidak boleh hukumnya. Bahkan, ini termasuk syirik karena alasan di atas dan karena hal itu termasuk berlindung kepada selain Allah terhadap hal yang merupakan sebab-sebab biasa dimana Allah Ta’ala menjadikannya dapat dilakukan oleh para makhluk dan membolehkannya bagi mereka. Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad Wa Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam.
[Kumpulan Fatwa Lajnah Daimah, Juz 11, hal-400-402]
________
Catatan Kaki
[1]. As-Sunnah, Ibnu Abi Ashim, hal. 515; Shahih Ibnu Khuzaimah, kitab At-Tauhid, Juz I hal. 348-349, Al-Asma wa Ash-Shifat,Al-Baihaqy, hal.435, dan pengarang selain mereka. Dan didalam sanadnya terdapat periwayat bernama Nu’aim bin Hammad, dia seoran Mudallis (suka menyamarkan berita) dan dia meriwayatkannya dengan metode periwayatan an-an (mengatakan : dari si fulan, dari si fulan)
[2]. Shahih Al-Bukhari, Kitab At-Tafsir, no. 4701 [3]. HR Ahmad, no. 3699, 273, 2804 –versi analisis Syaikh Ahmad Syakir-, Sunan At-Turmudzi, kitab Shifah Al-Qiyamah, no. 2518
Kesimpulan diatas:
Perkara ghaib hanyalah milik Allah, dan tidak ada yang bisa mengetahuinya kecuali melalui perantaraan wahyu. Para dukun, tukang sihir dan para jin saling tolong menolong untuk melakukan kesyirikan. Dan Jin mengabarkan berita masa depan yang dicuri dari langit yang bisa jadi dia terbakar sebelum bisa menyampaikannya, dan para tukang sihir ataupun dukun berbohong dengan seribu kebohongan.
Namun, perkataan mereka dipercaya hanya karena kebetulan pernah satu kali benar dikarenakan berita langit yang sampai kepada mereka. Hukum hipnotis yang menggunakan para jin (ilmu gaib dan supra natural), walaupun hasilnya untuk pengobatan ataupun meninggalkan hal yang haram (mis: narkoba, dll) adalah termasuk bentuk kesyirikan. Maka hal ini terlarang.
Catatan tambahan : Adapun hipnoterapi yang dikembangkan oleh para ahli psikologi dengan mengembangkan teori otak kanan (alam bawah sadar) yang digunakan untuk terapi para pasien maka hal itu tidak termasuk, karena itu adalah ilmu yang ilmiah yang diperbolehkan dan dikembangkan secara logis dengan penelitian. Terapi yang dilakukan para ilmuwan psikolog terhadap para pasien berbeda dengan praktek yang dilakukan oleh para tukang hipnotis (baca: tukang sihir).
Terapi ilmiah menggunakan teknik-teknik tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan, dan bisa dijabarkan secara logis. Walaupun secara istilah disebut hipnoterapi (terapi hipnotis) namun secara praktek berbeda dengan hipnotis supranatural. Maka, hukumnya pun terkait pada hakekat bukan pada istilahnya.
Peringatan: Adapun kebanyakan praktek hipnotis yang berkembang dimasyarakat adalah bentuk yang pertama yang termasuk kedalam kategori sihir, yang menggunakan bantuan Jin. Mereka membungkus perbuatan syirik mereka dengan teori-teori ilmiah otak kanan dan kiri, dengan beragam bukti untuk mengelabui kebanyakan orang, namun pada hakekatnya adalah praktek sihir. Jadi kita perlu hati-hati dan mencermati dengan seksama.
Wallahu ‘Alam
Penyusun: tim tanya jawab Majalah As Sunnah

[*] Al Lajnah Ad Daimah lil buhuts wal ifta (komisi khusus bagian riset ilmiah dan fatwa) adalah sebuah lembaga riset dan fatwa di Negara Arab Saudi, yang beranggotakan para ulama yang terkemuka yang memiliki kapabilitas dibidangnya yang diakui dunia.

Sumber: Majalah As Sunnah

AGAMA ISLAM 10 HADIST MENUNTUT ILMU BESERTA ARABNYA


Firman Allah Azza Wa jalla:
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)…” (Ali ‘Imran:18)
Maka lihatlah bagaimana Alah SWT memulai dengan diriNya, keduanya dengan malaikat dan ketiganya dengan orang-orang ahli ilmu.
Dengan ini cukuplah bagimu (untuk mengetahui) kemuliaan, keutamaan, kejelasan dan kelebihan orang-orang ahli ilmu’

Allah Ta’alan berfirman:
“…… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…..” (Al Mujadilah:11)
Ibnu Abbas ra berkata : “Para ulama memperoleh beberapa derajat di atas kaum mu’minin dengan tujuh ratus derajat yang mana antara dua derajat itu perjalanan lima ratus tahun.
Dan Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman:
“….. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama….” (Fathir:28)
“….. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab” (Ar Rad:43)
” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip……” (An Naml:40)
” Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh,……” (Al Qashash:80)
“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” (Al Ankabut:43)
“………. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) ……….” (An Nisa’ : 83)
” Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian takwa ……..” (Al A’raf:26)
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami……..” (Al A’raf:52)
” maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka),……..” (Al A’raf:7)
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu ………” (Al Ankabut:49)
“Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara” (Ar Rahman:3-4)
.
Hadist-hadits

Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka Allah menjadikannya ia pandai mengenai agama dan ia diilhami PetunjukNYa [Muttafaq 'alaih]

Ulama itu adalah pewaris para Nabi [Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban]

“sesuatu yang di langit dan bumi itu memohonkan ampunan bagi orang ‘alim (pandai)” [Abu Darda']

sesungguhnya hikmah (ilmu) itu menambah orang yang mulia akan kemuliaan dan mengangkat hamba sahaya sehingga ia mencapai capaian raja-raja. [Abu Na'im dalam Al Hilyah, Ibnu Abdil Barr dalam Bayaul Ilmi, dan Abd. Ghani dalam Adabul Muhaddits dari hadits Anas dengan sanad yang lemah]

Dua pekerti tidak terdapat di dalam orang munafik, yaitu perilaku yang baik dan pandai dalam agama [H.R. At Tirmidzi dari Abu Hurairah, ia mengatakan hadits gharib]

Seutama-utama manusia adalah orang mu’min yang’alim (pandai) yang jika ia dibutuhkan maka ia berguna, dan jika ia tidak dibutuhkan maka ia mencukupkan dirinya.” [Al Baihaqi dalam Syu'bul Iman mauquf pada Abu Darda' dengan sanad yang lemah]

Iman itu telanjang, pakaianya adalah takwa, perhiasannya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu [Al Hakim dalam Tarikh Naisabur dari hadits Abu Darda' dengan sanad yang lemah]

Orang yang paling dekat dari derajat kenabian adalah ahli ilmu dan jihad (perjuangan). Adapun ahli ilmu maka mereka menunjukkan manusia atas apa yang dibawa para rasul, sedangkan ahli jihad maka mereka berjuang dengan pedang (senjata) mereka atas apa yang dibawa oleh para rasul [Abu Na'im dalam Fadhlul 'alim al 'afif 'dari hadits Ibnu Abbas dengan sanad yang lemah.]

sungguh matinya satu kabilah itu lebih ringan dari pada matinya seorang ‘alim [Ath Thabrani dan Ibnu Abdil Barr dari hadits Abu Darda']

Manusia itu adalah barang tambang seperti tambang emas dan perak. Orang-orang pilihan mereka di masa Jahiliyah adalah orang-orang pilihan mereka di masa Islam apabila mereka pandai [Muttafaq 'alaih]

Pada hari Kiyamat tinta ulama itu ditimbang dengan darah orang-orang yang mati syahid [Ibnu Abdil Barr dari Abu Darda'dengan sanad yang lemah]

Barang siapa yang memelihara empat puluh buah hadits dari As Sunnah atas ummatku sehingga ia menunaikannya kepada mereka maka aku akan menjadi pemberi syafa’at kepadanya dan saksinya pada hari Kiyamat [Ibnu Abdil Barr dalam al 'Ilm dari hadits Ibnu Umar dan ia'melemahkannya.]

Barang siapa dari ummatku menghafal empat puluh buah hadits maka ia bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla pada hari Kiyamat sebagai seorang faqih yang ‘alim [Ibnu Abdil Barr dari hadits Anas dan ia melemahkannya]

Barang siapa memahami tentang agama Allah ‘Azza Wa Jalla maka Allah Ta’ala mencukupinya akan sesuatu yang menjadi kepentingannya dan Dia memberinya rizki dari sekiranya ia tidak memperhitungkannya [Al Khathib dalam Tarikh dari hadits Abdullah bin Juz - Az zabidi dengan sanad yang lemah]

Allah ‘Azza wa Jalla memberi wahyu kepada Ibrahim as : “Hai Ibrahim, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui, Aku senang kepada setiap orang yang pandai [Dituturkan oleh Ibnu Abdil Barr sebagai komentar]

Orang pandai adalah kepercayaan Allah Yang Maha Suci di atas bumi [Ibnu Abdil Barr dari Mu'adz dengan sanad yang lemah]

Dua golongan dari ummatku apabila mereka baik maka manusia baik, dan apabila mereka rusak maka manusia rusak, yaitu para pemegang pemerintahan dan para ahli fiqh [Ibnu Abdil Barr dan Abu Na'im dari hadits Ibnu Abbas.]

Apabila datang hari kepadaku padanya saya tidak bertambah ilmu yang mendekatkan saya kepada Allah ‘Azza Wa Jalla maka saya tidak mendapat berkah pada terbitnya matahari hari itu [Ath Thabrani dalam Al Ausath dan Abu Na'im dalam Al Hilyah, dan Ibnu Abil Barr dalam Al 'Ilm]

Keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari shahabatku [At Tirmidzi dari hadits Abu Umamah]

Kelebihan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah seperti kelebihan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang [Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa'i dan Ibnu Hibban, dan itu sepotong dari hadits Abu Darda' yang terdahulu]

Pada hari Kiyamat tiga macam orang memberi syafa’at yaitu: para Nabi, para ulama kemudian orang-orang yang mati syahid [Ibnu Majah dari hadits Utsman bin 'Affan dengan sanad yang lemah]

Tidaklah Allah Ta’ala disembah dengan sesuatu yang utama dari pada pemahaman terhadap agama. Sungguh seorang faqih itu lebih berat atas syaithan dari pada seribu orang ahli ibadah. Setiap sesuatu itu mempunyai tiang, dan tiang agama ini adalah fiqh [Ath Thabrani dalam Al Ausath, Abu Bakar Al Ajiri dalam Fadhlul 'ilmi, dan Abu Na'im dalam Riyadhatul Muta'allimin dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah]

Sebaik-baik agamamu adalah yang termudahnya, dan sebaik-baik ibadah adalah fiqh (pemahaman) [Ibnu Abdil Barr dari hadits Anas dengan sanad yang lemah]

Keutamaan mu’min yang ‘alim atas mu’min yang ahli ibadah adalah dengan tujuh puluh derajat [Ibnu Adi dari Abu Hurairah dengan sanad yang lemah]

Sesungguhnya kamu menjadi dalam masa yang banyak ahli fiqhnya, sedikit qurra’ (ahli baca Al Qur’an) nya dan ahli pidatonya, sedikit orang yang meminta-minta dan banyak orang yang memberinya. Amal padanya adalah lebih baik dari pada ilmu. Dan akan datang kepada manusia masa yang sedikit ahli fiqhnya, banyak juru pidatonya, sedikit orang yang memberinya, banyak orang yang meminta-minta. Ilmu pada masa itu lebih baik dari pada amal [Ath Thabrani dari hadits Hizam bin Hakim dari pamannya, ada yang mengatakan dari ayahnya, sanadnya lemah]

Antara orang yang ‘alim dan orang yang beribadah adalah seratus derajat, antara setiap dua derajat itu ditempuh kuda pacuan yang dilatih selama tujuh puluh tahun [Al Ashfihani dalam At Targhib wat Tarhib, dari lbnu Umar dari ayahnya]

Ditanyakan : “Wahai Rasulullah, amal-amal apakah yang lebih utama ?” Beliau bersabda : “Ilmu tentang Allah ‘Azza Wa Jalla” Lalu ditanyakan : “IImu apakah yang engkau kehendaki ?”. Beliau SAW bersobds : “Ilmu tentang Allah ‘Azza Wa Jalla”. Lalu dikatakan kepadanya : “Kami bertanya mengenai amal sedangkan engkau menjawab mengenai ilmu”. Maka beliau SAW bersabda : “Sesungguhnya amal sedikit disertai ilmu (mengetahui) tentang Allah itu berguna dan banyaknya amal serta bodoh mengenai Allah itu tidak berguna [Ibnu Abdil Barr dari hadits Anas dengan sanad yang lemah]

Allah Yang Maha Suci poda hari Kiyamat membangkitkan hamba-hamba kemudian Dia membangkitkan ulama kemudian Dia berfirman : “Wahai golongan ulama, sesungguhnya Aku tidak meletakkan ilmuKu padamu kecuali karena Aku mengetahui tentang kamu, dan Aku letakkan ilmuKu padamu agar Aku tidak menyiksamu, pergilah karena Aku telah memberi ampunan kepadamu”. [Ath Thabrani dari hadits Abu Musa dengan sanad yang lemah]
.
Atsar-atsar
Adapun atsar (kata-kata shahabat), Ali bin Abi Thalib ra berkata kepada Kumail :
“Hai Kumail, ilmu itu lebih utama dari pada harta karena ilmu itu menjagamu sedangkan kamu menjaga harta. Ilmu adalah hakim, sedangkan harta adalah yang dihakimi. Harta menjadi berkurang dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu menjadi berkembang dengan dibelanjakan (diberikan kepada orang lain)”.
Ali ra juga berkata :
“Orang yang ‘alim itu lebih utama dari pada orang yang berpuasa, berdiri ibadah malam dan berjuang. Apabila seorang ‘alim meninggal maka berlobanglah dalam Islam dengan suatu lobang yang tidak tertutup kecuali oleh penggantinya”.
Dan ia ra berkata dalam bentuk syair (nazham) :

Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahli ilmu, sesungguhnya mereka di atas petuniuk, dan mereka penunjuk orang yang minta petuniuk. Nilai setiap orang adalah sesuatu yang meniadikannya baik, sedangkan orang-orang bodoh itu musuh ahli ilmu. Maka carilah kemenangan kamu dengan ilmu, dengon ilmu itu kamu hidup selamanYa, munusiq itu mati, sedangkan ahli ilmu itu hidup
.
Abul Aswad berkata : “Tidak ada sesuatu yang lebih utama dari pada ilmu. Para raja itu memerintah manusia (orang kebanyakan), sedangkan para ahli ilmu itu memerintah para raja”.
Ibnu Abbas ra berkata : “Sulaiman bin Dawud as disuruh memilih antara ilmu, harta dan kerajaan maka beliau memilih ilmu, lalu beliau diberi harta dan kerajaan”.
Ibnul Mubarak ditanya : “Siapakah manusia itu” Ia menjawab : “Para ulama”. Ditanyakan lagi : “Siapakah para raja itu ?”. Ia menjawab : “Orang-orang yang zuhud”. Ditanyakan lagi : “Siapakah orang rendahan itu ?” Ia menjawab : “Orang-orang yang memakan dunia dengan agama”.
Ia tidak memasukkan orang yang tidak berilmu ke golongan manusia karena kekhususan yang membedakan manusia terhadap seluruh hewan adalah ilmu. Maka manusia adalah manusia yang menjadi mulia karena ilmu. Kemuliaan itu bukan karena kekuatan dirinya karena unta itu lebih kuat dari padanya. Dan bukan karena besarnya, karena gajah itu lebih besar dari padanya. Dan bukan karena beraninya karena binatang buas itu lebih berani dari padanya. Bukan karena makannya karena lembu itu lebih besar perutnya dari pada perutnya. Dan bukan karena bersetubuhnya karena burung pipit yang paling rendah itu lebih kuat untuk bersetubuh dari padanya. Bahkan manusia itu tidak dijadikan (tidak diciptakan) kecuali karena ilmu.
Fathul Maushuli rahimahullah berkata : “Bukankah orang sakit apabila dicegah makan, minum dan obat maka ia mati ?’,. Mereka (orang-orang) menjawab : “Ya”. Ia berkata : “Demikian juga hati, apabila dicegah dari padanya hikmah dan ilmu selama tiga hari maka hati itu akan mati”. Ia benar’karena makanan hati adalah ilmu dan hikmah, dan dengan keduanyalah hidupnya hati sebagaimana makanan tubuh adalah makanan.
Barangsiapa yang tidak mendapat ilmu maka hatinya sakit sedangkan matinya itu pasti. Tetapi ia tidak merasakannya karena cinta dan sibuk dengan dunia itu mematikan perasaannya sebagaimana takut itu kadang-kadang meniadakan sakitnya luka seketika, meskipun luka itu masih ada. Apabila kematian telah menghilangkan bebanan-bebanan dunia maka ia merasakan kebinasaannya dan ia menyesal dengan sesalan yang besar namun sesalan itu tidak berguna baginya.
Itu seperti perasaan orang yang aman dari takutnya, dan orang yang sadar dari mabuknya terhadap lukaJuka yang dideritanya dalam keadaan mabuknya atau dalam keadaan takut. Maka kita mohon perlindungan kepada Allah pada hari dibukanya tutup. Sesungguhnya manusia itu tidur,’apabila mati maka mereka jaga (bangun).
Al Hasan rahimahullah berkata : “Tinta ulama itu ditimbang dengan darah syuhada, maka tinta ulama itu unggul atas darah syuhada”.
Ibnu Mas’ud ra berkata : “Wajib atasmu untuk berilmu sebelum ilmu itu diangkat, sedangkan diangkatnya ilmu adalah matinya perawi-perawinya. Demi Dzat yang jiwaku di tanganNya sungguh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu sebagai syuhada’ itu senang dibangkitkan oleh Allah sebagai ulama karena kemuliaan ulama yang mereka lihat. Sesungguhnya seseorang itu tidak dilahirkan sebagai orang yang berilmu, namun ilmu itu dengan belajar”.
Ibnu Abbas ra berkata : “Mendiskusikan ilmu pada sebagian malam lebih saya sukai dari pada menghidupkan malam itu (dengan shalat dan sebagairlo : pent)”. Demikian juga dari Abu Hurairah ra dan Ahmad bin Hambal rahimahullah.
Al Hasan berkata mengenai firman Allah Ta’ala : wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat” (Al Baqarah : 201). Bahwasanya kebaikan di dunia itu adalah ilmu dan ibadah, sedangkan kebaikan di akhirat adalah syurga.
Ditanyakan kepada sebagian hukama : “Barang apakah yang selalu mengikuti (pemiliknya) ?”. Ia berkata : “Barang yang mana apabila kapalmu tenggelam maka kamu berenang bersamanya, yaitu ilmu”.
Dan ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tenggelamnya kapal adalah hancurnya badan karena mati.
Sebagian mereka berkata : “Barang siapa mengambil hikmah (ilmu) sebagai kendali maka manusia menjadikannya sebagai pemimpin. Dan barang siapa mengetahui hikmah maka ia dipandang oleh semua mata dengan penghormatan”.
Asy Syafi’i ra berkata : “Termasuk kemuliaan ilmu adalah setiap orang yang dikatakan berilmu walaupun mengenai sesuatu yang remeh maka ia bergembira dan barang siapa yang (dikatakan) tidak memiliki ilmu maka ia bersedih”.
Umar ra berkata : “Wahai manusia, wajib atasmu untuk berilmu. Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci memiliki selendang yang dicintaiNya. Barangsiapa menuntut satu bab dari ilmu maka Allah menyelendanginya dengan selendangnya. Jika ia berbuat dosa maka ia agar memperbaikinya tiga kali agar selendangnya itu tidak dilepas dari padanya, meskipun dosanya itu berkepanjangan sehingga ia meninggal”.
Al Ahnaf rahimahullah berkata : “Ulama itu hampir-hampir sebagai Tuhan, dan setiap kemuliaan yang tidak dimantapkan oleh ilmu maka akhirnya menjadi hina”.
Salimbin Abil Ja’d berkata:”Tuanku membeliku dengan tiga ratus dirham dan ia memerdekakan saya”. Lalu saya berkata : Dengan apakah saya bekerja ?”. Maka saya bekerja dengan ilmu dan tidak genap setahun bagiku sehingga datanglah amir Madinah kepadaku dan saya tidak mengizinkan baginya”.
Az Zubair bin Abu Bakar berkata : “Ayahku di Irak berkirim surat kepadaku, “wajib atasmu berilmu. Jika kamu fakir maka ilmu itu menjadi hartamu. Dan jika kamu kaya maka ilmu itu menjadi keindahan bagimu”.
Demikian itu dihikayatkan juga dalam wasiyat-wasiyat Luqman kepada anaknya, ia berkata :
“Hai anakku, duduklah pada ulama dan merapatlah kepada mereka dengan kedua lututmu karena sesunguhnya Allah Yang Maha Suci menghidupkan hati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan tanah dengan hujan dari langit”.
Sebagian hukama’ berkata : “Apabila orang’alim meninggal maka ia ditangisi oleh ikan di air, dan oleh burung di udara, ia hilang tetapi sebutannya tidak dilupakan penyebutannya.
Az Zuhri rahimahullah berkata : “Ilmu jantan, dan tidak menyintainya kecuali orang laki-laki yang jantan”.

Kematian adalah Kehendak Illahi

Kematian merupakan hakekat yang menakutkan, akan mendatangi seluruh orang yang hidup. Semuanya tidak kuasa menolaknya, tidak ada seorangpun di sekitarnya yang mampu menahannya. Maut merupakan ketetapan Alloh, seandainya ada seseorang selamat dari maut, niscaya manusia yang paling mulia yang akan selamat. Namun maut merupakan SunnahNya pada seluruh makhlukNya. Alloh Ta’ala berfirman:
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). (QS. 39:30)
Tiada manusia kekal di dunia ini.


وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ .كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? (QS. 21:34) Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. 21:35)

APAKAH ANDA INGIN LARI DARI KEMATIAN?
Kekuasaan Alloh meliputi segala sesuatu. Dia telah menetapkan adanya kematian pada manusia, maka bagaimanapun manusia menghindar dari kematian, kematian itu tetap akan menyusulnya. Alloh Ta’ala berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. 4:78).
Dan Alloh menantang kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka tidak dikuasai oleh Alloh, dengan mengembalikan nyawa orang yang sekarat, jika memang mereka benar!
فَلَوْ لآ إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ. وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ. وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لاَّ تُبْصِرُونَ. فَلَوْ لآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ. تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar. (QS. 56:83-87)
KEMATIAN DATANG TIBA - TIBA
Kita berada di akhir zaman, banyak terjadi kematian mendadak, memang itu merupakan salah satu tanda-tanda hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ …أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ
Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah…munculnya kematian mendadak. (HR. Thobaroni; Dhiya’ Al-Maqdisi; dihasankan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami, no: 5775)
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut di zaman ini benar-benar sudah nyata. Kita lihat seseorang yang sehat, kemudian mati tiba-tiba, orang-orang sekarang menyebutnya dengan “serangan jantung”! Maka orang yang berakal hendaklah memperhatikan dirinya, segera kembali dan bertaubat kepada Penguasanya, sebelum kedatangan kematian mendadak yang tidak dia sangka!.

ANJURAN MENGINGAT MAUT
Banyak hadits-hadits yang mengingatkan tentang maut, agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Dan agar dia bersiap-siap dengan perbekalan yang dia butuhkan untuk perjalanannya yang panjang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ
Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan: yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu. (HR. Ath-Thobaroni dan Al-Hakim Shahih Al-Jami’ush Shaghir: no. 1222; Shohih At-Targhib, no: 3333)
Syumaith bin ‘Ajlan berkata:
مَنْ جَعَلَ الْمَوْتَ نُصْبَ عَيْنَيْهِ, لَمْ يُبَالِ بِضَيْقِ الدُّنْيَا وَلاَ بِسَعَتِهَا
“Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya”. (Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal: 483, tahqiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)
Quss bin Sa’idah Al-Ibaadi, salah seorang hunafaa’, melantunkan sya’ir:
Pada orang-orang dahulu yang telah pergi (mati),
dari umat-umat (yang telah tiada) terdapat bukti-bukti yang nyata
Ketika aku melihat tempat-tempat yang dituju,
bagi kematian yang tidak ada sumber-sumbernya,
Aku melihat kaumku pergi menuju kematian,
orang-orang besar dan anak-anak kecil,
Akupun yakin, bahwa aku pasti akan pergi juga, ke mana kaumku telah pergi.
(Dinukil dari Majalah Al-Asholah, hlm: 74, 15-Robi’uts Tsani-1413 H)
Orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya dengan iman yang shohih (benar), tauhid yang kholish (murni), amal yang sholih (sesuai dengan tuntunan), dengan landasan niat yang ikhlas, itulah orang-orang yang paling berakal!
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

Dari Ibnu Umar, dia berkata: “Aku bersama Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam , lalu seorang laki-laki Anshor datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada belaiu, lalu dia berkata: “Wahai Rosululloh, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?”. Beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka”. Dia berkata lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?”. Beliau menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik”. (HR. Ibnu Majah, no: 4259. Hadits Hasan; Lihat Ash-Shohihah, no: 1384)
Marilah kita renungkan sabda Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap. (HR. Bukhori; Muslim; Tirmidzi; Nasai)
PENYESALAN ORANG KAFIR DI SAAT KEMATIAN
`           Janganlah seseorang menolak keimanan dan menyepelekan amal sholih, karena suatu saat pasti dia akan menyesal. Alloh Ta’ala berfirman:
حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:”Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan. (QS. 23: 99-100)
SEGERA BERAMAL SEBELUM DATANG KEMATIAN
Janganlah seseorang selalu mengundurkan amal sholih karena kesibukan duniawi, karena selama masih hidup, manusia tidak akan lepas dari kesibukan! Orang yang berakal akan mengutamakanlah urusan akhirot yang pasti datang, dan mengalahkan urusan dunia yang pasti ditinggalkan.
Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلآ أَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {9} وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ {10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa melakukan demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Munafiqun: 9) Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:”Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Al-Munafiqun: 10) Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Munafiqun: 11)
SEGERALAH BERTOBAT
Hamid Al-Qoishori berkata:
“Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya sorga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira?! Kemungkinan apakah yang kamu nantikan?! kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Alloh) dengan perjalanan yang bagus”. (Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal: 483, tahqiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)
Inilah sedikit tentang dzikrul maut semoga bermanfaat. Al-hamdulillah.

Di kutip dari : Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

Tanda Tanda Hari Kiamat

Menceritakan Tentang 10 Tanda-Tanda Hari Kiamat : 


Tanda Tanda Kiamat
Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”.
Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. 
H.R Muslimi
Keterangan:
Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.
Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.
Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan  negara-negara Amerika Latin
Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.
Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)
Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

Demikian merupakan 10 Tanda Akan Datangnya Hari Kiamat

Doa dari Hadist Nabi Muhamad Saw

1. Doa Tobat (Dibaca Sebelum Salam)

َّمَاللَّهُ ِإنِّيْ َ ظَلمْتُ نَ ْ فسِيْ ظُلْمًا َ كثِيْرًا، وَ َ لا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ ِإلاَّ َأنْتَ، َفا ْ غفِرْ لِيْ مَغْفِرًَة مِنْ عِنْدِكَ
وَارْحَمِْنيْ ِإنَّكَ َأنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allohumma inni zolamtu nafsii dzulman katsiiron wa laa yaghfirudz dzunuub illa anta faghfir lii maghfirotan min ‘indika warhamnii innaka antal ghofurur rohiim

“Ya Allah! Sungguh aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mampu mengampuni dosadosa kecuali Engkau. Karena itu, ampunilah dosadosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sungguh Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (HR. Bukhori Muslim)

2. Doa Agar Diberi Ketetapan Hati, Selalu Bersyukur & Baik Dalam Ibadah

ِّنِإ َّماللَّهُ ي َأسَْألُكَ الثَّبَاتَ فِي ا َ لامِْر ، وََأسَْألُكَ عَِزيمََة الرُّشْدِ ، وََأسَْألُكَ شُ ْ كرَ ِنعْمَتِكَ ، وَحُسْنَ
عِبَادَتِكَ ، وََأسَْألُكَ لِسَانًا صَادًِقا ، وََقْلبًا سَلِيمًا ، وَأَعُوذُ ِبكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعَْلمُ ، وََأسَْألُكَ مِنْ
خَيِْر مَا تَعَْلمُ ، وََأسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعَْلمُ ِإنَّكَ َأنْتَ عَلاَّ مُ الْغُيُو ِ ب

Allohummaa inni asalukats tsabaat fil amri wa asaluka aziimatarusydi wa asaluka syukro ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa asaluka lisaanan shoodiqon wa qolban saaliman wa a’uudzubika min syarri maa ta’lamu wa asaluka min khoiri maa ta’lamu wa astaghfiruka mima ta’lamu innaka anta ‘allaamul ghuyyuub

“Ya Alloh, Aku mohon ketetapan dalam urusan, tetap di jalan petunjuk, aku mohon (selalu) 11
bersyukur atas semua nikmatMu dan baik dalam beribadah. Aku mohon selalu jujur, hati yang bersih, dan Aku berlindung dari semua keburukan yang Kau ketahui dan aku mohon pula semua kebaikan yang Kau ketahui. Aku mohon ampun dari semua (dosadosa) yang Kau ketahui karena Kau Maha Mengetahui Semuanya.”

3. Doa Mohon Kebaikan Dunia, Penghidupan dan Akhirat

ِاللَّهُمَّ َأصْلِحْ لِى دِينىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ َأمِْرى وََأصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وََأصْلِحْ لِى
آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَ ِ ل الْحَيَاَة ِ زيَادًَة لِى فِى ُ كلِّ خَيٍْر وَاجْعَ ِ ل الْمَوْتَ رَاحًَة لِى مِنْ
ُ كلِّ شَرٍّ
Allohumma aslih lii diiniil ladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dunyayal latii fihaa ma’asyii wa aslih akhirotiil latti fihaa ma’adii waj’alil hayat ziyadatan lii fi kulli khoirin waj’alil mauta rohatan lii min kulli syarrin

“Ya Alloh, baguskan agamaku karena ia menjadi peganganku dalam semua urusan, baguskan duniaku karena disanalah aku hidup, baguskan akhiratku karena disitulah tempat aku kembali. Jadikan hidupku ini sebagai ladang amal kebaikan dan jadikan kematianku (kelak) sebagai tempat istirahat dari semua keburukan.” (HR. Muslim)

4. Doa Agar Jadi Orang Soleh & Selalu Taat

َاللَّهُمَّ َأعِنِّيْ عََلى ذِكْرِكَ، وَشُ ْ كِركَ، وَحُسْ ِ ن عِبَادَتِكَ

Allohuma a’innii ‘allaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika

“Ya Allah! Beri kekuatan padaku untuk selalui mengingatMu, selalu bersyukur dan selalu beribadah dengan baik.” (HR. Abu Daud & Nasai. Albani mensahihkannya)

5. Doa terhindar Dari Pelit, Takut, Siksa Kubur dan Mohon Agar Umur Berkah

َاللَّهُمَّ ِإنِّيْ َأعُوْذُ ِبكَ مِنَ اْلبُخْ ِ ل، وََأعُوْذُ ِبكَ مِنَ الْجُبْ ِ ن، وََأعُوْذُ ِبكَ مِنْ َأ ْ ن ُأرَدَّ ِإَلى َأرَْذ ِ ل
الْعُمْرِ، وََأعُوْذُ ِبكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الَْقبِْر

Allohumma inni a’uudzubika minal bukhli wa a’uudzubika minal jubni wa a’uudzubika min an urodda illa ardalil ‘umri wa a’uudzubika min fitnatid dunya wa adzaabil qobri

“Ya Allah! sungguh aku berlindung padaMu dari pelit, penakut, dan aku berlindung padaMu dari usia yang yang tidak manfaat, dan aku berlindung dari fitnah dunia dan siksa kubur.”(HR. Bukhori)


6. Doa Setelah Solat Wajib

3) اللَّهُمَّ َأنْتَ السَّ َ لامُ، وَمِنْكَ السَّ َ لامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَ َ لا ِ ل وَْالإِ ْ كرَاِم (3x) َأسْتَغْفِرُ اللهَ

Astghfirullaoh alaziim

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”(HR. Muslim)

7. Doa Agar Hajat Dikabulkan Allah

ُّداللَّهُمَّ َ لا مَاِنعَ لِمَا َأعْ َ طيْتَ، وَ َ لا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، َ لا يَنَْفعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَ

Allôhumma laa mani’a limaa a’thoithanaa wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

“Ya Allah tidak ada bisa mencegah jika Kau akan memberi dan tidak ada yang mampu memberi jika Kau mencegahnya. Tidaklah bermanfaat nasib baik itu untuk menyelamatkan dari siksaMu.” (HR. Bukhori Muslim)

8. Doa Agar Ilmu Manfaat & Banyak Rezeki

ًلاَّبَقاللَّهُمَّ ِإنِّي َأسَْألُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَ ِ رزْقًا َ طيِّبًا، وَعَمَ ً لا مُتَ

Allôhumma inni asaluka ‘ilman naafi’an wa rizqon thoyyiban wa ‘amalan mutaqqoobilan

“Ya Allah aku mohon ilmu yang manfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.”

9. Doa Mudah Rezeki & Terhindar Dari Kekufuran

ِرَاللَّهُمَّ ِإنِّي َأعُوُذ ِبكَ مِنَ الكُفِْر وَالَفقِْر وَعَذَابِ الَقبْ

Allôhumma inni a’uudzubika minal kufri wal faqri wa adzaabil qobri

“Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasai, dan Abi Syaibah)

10. Doa Agar Hidup Penuh Manfaat

َاللَّهُمَّ ِإنِّي َأعُوُذ ِبكَ مِنَ ا ُ لجبْ ِ ن، وَأعُوذُ ِبكَ أ ْ ن ُأرَدَّ إَلى َأرَْذ ِ ل العُمِْر، وَأَعُوذُ ِبكَ مِنْ فِتْنَةِ
الدُّنْيَا، وََأعُوُذ ِبكَ مِنْ عَذَابِ الَقبِْر

Allôhumma innî a’ûdzubika minal jubni wa a’ûdzubika an urodda ila ardalil ‘umri, wa a’ûdzubika min fitnatid dunya, wa a’ûdzubika min adzabil qobri

“Ya Allah aku berlindung dari sifat penakut, usia yang tidak bermanfaat (buruk), aku berlindung dari kejinya dunia dan siksa kubur.” (HR. Bukhari)

11. Doa Penghilang Kesedihan & Doa Menghadapi Orang Zolim

َاللّهُمَّ ِإنِّي َأعُوْذُ ِبكَ مِنَ الْهَمِّ وَاْلحَزَنِ، وَالْعَجِْز وَالْكَسَلِ، وَاْلبُخْ ِ ل وَاْلجُبْ ِ ن، وَضََل ِ ع الدَّيْ ِ ن
وَ َ غَلبَةِ الرِّجَا ِ ل

Allôhumma innî a’ûdzubika minal hammi wal hazani, wa ‘ajzi wal kasal wal bukhli wal jubni wa dhala’ad dayn wa ghalabatir rijal

“Ya Allah, aku berlindung padaMu dari kebingungan, kesedihan, kelemahan jiwa, kemalasan, kikir, tamak, piutang dan kejahatan seseorang.”

12. Dimudahkan Membayar Hutang

َ
اللَّهُمَّ اكْفِنِي ِبحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأ ْ غِنِني ِبَفضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allôhummak finî bijalalika ‘an harômika waghninî bi fadlika ‘amman siwaka

“Ya Allah, cukupkan bagiku yang halal dari yang diharamkan olehMu, dan cukupkan bagiku atas pemberianMu dari selain Engkau.” 

13. Doa Menghadapi Urusan Pelik

ً
لاَاللَّهُمَّ َ لا سَهْ َ ل ِإلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وََأنْتَ تَجْعَلُ ا َ لحزْ َ ن إَذا شِئْتَ سَهْ

Allôhumma lâ sahla illa mâ ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idza si’ta sahlan

“Ya Allah, tidak ada (urusan) yang mudah kecuali Engkau memudahkannya, dan Engkau yang merubah (urusan) yang menyedihkan menjadi mudah bila Engkau berkehendak.” (HR. Ibnu Sunnî)

14. Doa Menghadapi Kesulitan

ُ
ثيَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، ِبرَحْمَتِكَ أسْتَغِي

Ya hayyu Ya Qayyûm birohmatika astaghîtsu

“Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Yang Menguasai Alam, aku minta pertolongan dengan rahmatMu.” (HR. Tirmidzi)

15. Doa Menghadapi kesulitan 2

َ
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أرْجُوْ َف َ لا تَكِْلِني ِإَلى نَ ْ فسِي َ طرَْفَة عَيْ ٍ ن، وََأصْلِحْ لِي شَْأِني كُلَّهُ، َ لا ِإَلهَ ِإلاَّ
أنْتَ

Allôhumma rahmataka arjû fala takilnii ila nafsii thorfata ‘ainin wa ashlih lii sya’nii kullahu, laa 14
ilaaha illa anta

“Ya Allah, aku mengharap rahmatMu, maka janganlah kau palingkan aku sekejap mata, dan baguskan keadaanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.” (HR. Abu Daud & Ahmad)



16. Doa Keselamatan Diri, Keluarga Dan Harta

اللَّهُمَّ ِإنِّيْ َأسَْألُكَ الْعَافِيَة ِ في الدُّنْيَا وَالآخرةِ, اللَّهُمَّ ِإنِّيْ َأسَْألُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيََة ِ في دِيْ ِ ني وَدُنْيَايَ
وََأهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَا ِ تي وَآمِنْ رَوْعَا ِ تي

Allohumma inni asalukal ‘aafiyah fid dunya wal akhiroh. Allahumma inni as
alukal ‘afwa wal ‘afiyah fii diini wa dunyaya wa maaliia. Allohummastur ‘auroti wa amin rou’ati.

“Ya Allah, aku mohon kebaikan dunia akhirat, Ya Allah, aku mohon ampun dan kebaikan dalam agama, dunia, keluarga, dan, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah aibku dan berilah aku rasa aman semua ketakutan.”(HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah. Hakim men sahihkannya)